Ul, entah apa yang terjadi aku gak ngerti, 'ikut'e Lana membengkak mulai kemarin sore.Aku tidak memperhatikan ketika Lana buang air kecil di tempate bue, tapi kayake saat itu belum membengkak. Aku tahu ketika sudah pulang. Lana bilang pengen pipis, setelah buang air kecil, setelah aku mencebokinya dan pengen memakaikan celana kepadanya, baru aku tahu bahwa ada yang tidak biasa dengan batang zakarnya. Setelah tak perhatikan, ternyata 'ikut'e membengkak, seperti ada air di dalamnya.
Ul, aku berpikir apakah itu terjadi karena kemarin ketika di Unnes Lana minum terlalu banyak es? Tadi malam aku berharap bahwa jika itu benar terjadi karena terlalu banyak minum es teh yang aku sendiri tidak tahu kualitasnya, maka tak pikir pada pagi hari setelah tidur pasti sudah mereda, sudah tidak terlalu membengkak.
Tapi Ul, tadi ku lihat tetap saja masih membengkak. Aku tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa kok tiba-tiba bisa membengkak seperti itu. Aku sendiri tidak pernah mengalami hal seperti itu.
Ul, rencananya nanti aku akan minta Mbak Nani untuk bawa Lana ke klinik desa. Biar tahu apa sebenarnya yang terjadi. Kalau memang terpaksa khitan merupakan jalan keluarnya, maka Lana ya tak khitankan. Aku akan mencari tahu khitan model apa yang paling tepat untuk Lana, setidaknya tidak sakit dan sembuhnya cepat.
Kau tahu kan Ul, Lana sangat histeris jika terkait dengan sakit dan luka. Aku menduga bengkaknya tidak sakit, karena sebelum aku tahu bengkak itu, ia tidak apa-apa, juga tidak mengeluh sakit. Tetapi setelah aku tahu itu, ia mengatakan bahwa itu sakit. Selain itu, malam ini Lana tidur pulas, bangun satu kali dengan tetap ingat pada bengkak itu, sehingga agak rewel, tetapi sebentar kemudian ia bangun lagi, setelah minta tak pangku.
Ul, semoga Lana tidak apa-apa ya. Do'akan bengkaknya segera menyusut tanpa perlu dikhitan sekarang. Karena, terus terang Ul, aku tidak tahu mesti bagaimana menghadapinya jika benar-benar khitan merupakan jalan terbaiknya.
Ul, bantu aku ya...aku sangat merindumu....
Ma'afkan aku jika sampai sekarang pun aku masih saja merepotkanmu...
Rabu, 21 April 2010
Selasa, 13 April 2010
ah....
Ul, sungguh berat bagiku untuk bermain muka di depan Lana, putra semata wayang kita. Hampir semua yang ada di dirinya merupakan warisan darimu. Gayanya, manjanya, marahnya, ngambegnya, keinginannya semua selalu terkait denganmu.
Ul, Lana juga tidak pernah suka aku bermuram durja, kesedihan di wajahku tidak pernah dapat ia terima, seperti dulu engkau juga begitu khan?. Kau selalu mencari tahu ketika semburat tidak menyenangkan muncul di rautku. Baginya Ul, tidak boleh ada air mata di mataku. Tidak boleh ada kesedihan di wajahnya. Tidak boleh ada duka di mukaku. Tidak boleh ada kemarahan di diriku. Jika ia merasakan semua itu, ia akan menangis keras luar biasa. Ia akan terus menangis hingga rautku kembali gembira.
Ul, bagi Lana aku mesti selalu gembira, selalu mau diajak bercanda, selalu ramah tanpa marah.
Ul, sungguh berat bagiku untuk bermain muka di depan Lana. Sesedih dan semarah apapun aku, tak boleh ia melihatnya. Betapapun terisak aku, tak boleh ia mengetahuinya. Seluruh duka lara, sedih sengsara, biarlah itu milikku semua, bukan miliknya.
Ul, sungguh berat bagiku untuk bermain muka di depan Lana. Meski ku tahu aku mesti melakukannya.
Ul, di alammu sana, dengan izinNya, jelas engkau lebih tahu keadaanku dan keadaan Lana, temani aku, bantu aku, ingatkan aku untuk semua lalaiku.
Ul, dengan caramu, hadirlah di setiap tarikan nafasku, temani seluruh langkah perjalanku, cumbui hati dan jiwaku.
Ul, aku rindu padamu, sungguh rindu padamu
Ul, kapan kita bertemu?
Peluk ciumku selalu untukmu.
Ul, Lana juga tidak pernah suka aku bermuram durja, kesedihan di wajahku tidak pernah dapat ia terima, seperti dulu engkau juga begitu khan?. Kau selalu mencari tahu ketika semburat tidak menyenangkan muncul di rautku. Baginya Ul, tidak boleh ada air mata di mataku. Tidak boleh ada kesedihan di wajahnya. Tidak boleh ada duka di mukaku. Tidak boleh ada kemarahan di diriku. Jika ia merasakan semua itu, ia akan menangis keras luar biasa. Ia akan terus menangis hingga rautku kembali gembira.
Ul, bagi Lana aku mesti selalu gembira, selalu mau diajak bercanda, selalu ramah tanpa marah.
Ul, sungguh berat bagiku untuk bermain muka di depan Lana. Sesedih dan semarah apapun aku, tak boleh ia melihatnya. Betapapun terisak aku, tak boleh ia mengetahuinya. Seluruh duka lara, sedih sengsara, biarlah itu milikku semua, bukan miliknya.
Ul, sungguh berat bagiku untuk bermain muka di depan Lana. Meski ku tahu aku mesti melakukannya.
Ul, di alammu sana, dengan izinNya, jelas engkau lebih tahu keadaanku dan keadaan Lana, temani aku, bantu aku, ingatkan aku untuk semua lalaiku.
Ul, dengan caramu, hadirlah di setiap tarikan nafasku, temani seluruh langkah perjalanku, cumbui hati dan jiwaku.
Ul, aku rindu padamu, sungguh rindu padamu
Ul, kapan kita bertemu?
Peluk ciumku selalu untukmu.
Label:
lihatlah kekasih
Minggu, 11 April 2010
kembali tentangmu
Ul, maafkan aku jika kau lihat aku belum melakukan apa-apa bagi masa depan buah hati kita.
Ul, kadang aku benar-benar tak tahu mesti ngapa, aku benar-benar bimbang dan gamang. Seakan tak ada lagi pegangan yang dapat kujadikan pijakan.
Ul, aku tahu engkau melihat dan mungkin sangat kecewa kepadaku. Mungkin bagimu saat ini yang ku lakukan hanya untuk kesenanganku. Mungkin dalam pandangannya yang kulakukan semua ini belum menjadi langkah jelas pada penyiapan masa depan putra kita.
Ul, aku tahu kau tidak akan membiarkan aku seenakku. Dengan caramu saat ini tentu engkau tidak akan membiarkan aku semakin tenggelam dalam kegamanganku.
Ul, aku tahu kau pasti akan membantuku, mendukungku, mengingatkanku. Apalagi ketika terkait dengan Lana. Engkau pasti tidak akan membiarkan aku lalai dalam merawat dan menjaga Lana.
Ul, aku kadang benar-benar merasa kewalahan dengan Lana. Kadang-kadang dalam manjanya aku kuwalahan mensikapinya. Marahnya, ngambegnya, sifatnya, manjanya semua engkau wariskan kepadanya. semua membuatku kembali kepadamu.
Ul, seringlah datang dan sambangi hatiku. Biar ku rasa kembali kebersamaan denganmu. Biar kuyakin kembali bahwa ku mampu jalani. Biar ku peluk kembali mimpi-mimpi jaya kita. Biar catatan sejarah membuktikan kehebatan cinta kita.
Ul, aku merindumu. sungguh aku merindumu.
Ul, kapan kita diijinkan bertemu?
Ul, peluk ciumku selalu untukmu.
Ul, kadang aku benar-benar tak tahu mesti ngapa, aku benar-benar bimbang dan gamang. Seakan tak ada lagi pegangan yang dapat kujadikan pijakan.
Ul, aku tahu engkau melihat dan mungkin sangat kecewa kepadaku. Mungkin bagimu saat ini yang ku lakukan hanya untuk kesenanganku. Mungkin dalam pandangannya yang kulakukan semua ini belum menjadi langkah jelas pada penyiapan masa depan putra kita.
Ul, aku tahu kau tidak akan membiarkan aku seenakku. Dengan caramu saat ini tentu engkau tidak akan membiarkan aku semakin tenggelam dalam kegamanganku.
Ul, aku tahu kau pasti akan membantuku, mendukungku, mengingatkanku. Apalagi ketika terkait dengan Lana. Engkau pasti tidak akan membiarkan aku lalai dalam merawat dan menjaga Lana.
Ul, aku kadang benar-benar merasa kewalahan dengan Lana. Kadang-kadang dalam manjanya aku kuwalahan mensikapinya. Marahnya, ngambegnya, sifatnya, manjanya semua engkau wariskan kepadanya. semua membuatku kembali kepadamu.
Ul, seringlah datang dan sambangi hatiku. Biar ku rasa kembali kebersamaan denganmu. Biar kuyakin kembali bahwa ku mampu jalani. Biar ku peluk kembali mimpi-mimpi jaya kita. Biar catatan sejarah membuktikan kehebatan cinta kita.
Ul, aku merindumu. sungguh aku merindumu.
Ul, kapan kita diijinkan bertemu?
Ul, peluk ciumku selalu untukmu.
Label:
kembali tentangmu
Rabu, 07 April 2010
kembali goresku
Ul, malam ni harusnya kusiapkan kejutan menyenangkan untuk besok. kejutan yang kadang hanya sebuah kecupan d kening pas kau baru buka mata jelang fajar. aku tahu semburat bahagia pasti memancar di wajahmu. semburat yang kan bangkitkan semua di diriku. Ul, jelas kau tahu betapa cinta tertanam sehingga perpisahan termustahilkan. Ul...ah...
Selasa, 30 Maret 2010
catatan hari ini
kadang benar-benar aku merasa tak bisa apa-apa. Betapa lemah aku yang seringkali ku bungkus dengan kebohongan. mencoba berdiri tapi tak pernah mau belajar berdiri. mencoba kuat tapi tak pernah melatih diri.
kesadaran yang mestinya ku dapatkan dari setiap titik kehidupan, kadang terlalu sering ku abaikan.
entahlah mungkin aku memang kurang ajar.
kesadaran yang mestinya ku dapatkan dari setiap titik kehidupan, kadang terlalu sering ku abaikan.
entahlah mungkin aku memang kurang ajar.
ul..., i'm so sorry, hingga kini tak ada yang sudah aku lakukan demi langkah. you're my everything itu aku tahu, dan kayaknya aku masih benar-benar belum menerima kepergianmu.
Jumat, 05 Maret 2010
Syukur
Berterima kasih dan bersyukur atas apa yang kita anggap anugrah terbesar dari Tuhan ketika anugerah tersebut diambil kembali oleh-Nya adalah syukur yang sebenarnya.
Menerima dengan lapang dada ketika apa yang kita anggap hal terpenting dari kita hilang dan meninggalkan kita adalah makna keikhlasan yang sebenarnya.
Menangis dan kecewa adalah kelaziman bagi manusia. Sedih dan duka adalah pintu-pintu yang akan mengantarkan kita ke surga.
Meyakini bahwa apa yang kita anggap sebagai musibah terbesar tak lain merupakan hikmah yang akan membawa kita pada kebijaksaan dan kepahaman adalah qonaah yang sebenarnya.
Syukuri semua peristiwa, dari yang membuatmu tertawa hingga yang membuatmu berurai air mata.
Terima dengan lapang dada segalam kejadian, dari yang membuatmu riang hingga yang membuatmu muram.
Tidak ada peristiwa dan kejadian kecuali hanya akan menghantarkan kita pada tingkat kualitas yang lebih agung, lebih tinggi, dan lebih hebat.
Semua tangis kita akan dibalas dengan tawa dan keriangan.
Semua duka kita akan diganti dengan bahagian dan keceriaan.
Semua luka kita akan terobati dengan hikmah dan pemahaman.
Label:
makna syukur
Senin, 22 Februari 2010
Entah sampai kapan...
Telah ku coba untuk membaca semua yang dapat ku baca. Ku baca semua bacaan tentang hidup. Ku baca semua pengalaman kesedihan dari sekitar. Ku baca jalan kehidupan orang-orang yang ku anggap hebat. Ku baca arah perjalanan hidup.
Semua mengajarkan bahwa kehilangan besar akan memunculkan suatu hikmah luar biasa. Semua mengajarkan bahwa syukur sejati adalah sebuah kerelaan untuk bersyukur dan berterima kasih atas kehilangan terbesar kita.
Bersyukur karena kita diberi kesempatan untuk merasakan anugerah terbesar itu. Berterima kasih karena kita sudah dipinjami sesuatu yang sangat berharga itu. Bersyukur karena kita diberi amanat untuk menjaga sementara waktu keluarbiasaan bagi jiwa kita. Berterima kasih karena Ia mengkaruniai kita sesuatu yang luar biasa.
Tapi kehilangan tetaplah kehilangan isteriku. Aku masih manusia biasa yang lemah, mungkin lebih lemah dari siapapun yang dipandang lemah orang lain. Aku masihlah seorang bodoh yang masih harus belajar banyak tentang kehidupan. Belajar banyak tentang makna tersembunyi dari sebuah perjalanan hidup.
Tak ku pungkiri ul, betapa aku masih sangat membutuhkanmu. Kebutuhanku akan dirimu jauh melebihi apa yang pernah aku pikirkan dalam ketinggian nilai dirimu bagimu.
Terlalu sering ku rasakan ketidak berdayaan, meski aku yakin akan kuasa Sang Maha Segala. Terlalu sering ku rasakan ketak bergunaan, meski tak kurang yakinku akan takdir Sang Maha Segala.
Entahlah Ul, entah sampai kapan aku belum bisa menerima ketiadaanmu. Entah sampai kapan aku belum bisa menerima bahwa engkau telah kembali. Entah sampai kapan aku belum bisa menerima dengan lapang dada ketiadaan lahirimu di sampingku.
Kadang aku merasa tiada lagi asa. Tiada lagi harap. Tiada lagi impian. Telah sirna semua asa bersama dengan dirimu. Telah punah segala harap bersama dengan pergimu. Telah mati tiap impian bersama dengan bersemayammu.
Kadang begitu besar ku inginkan kematian. Kematian yang ku harap menjadi pertemuan bagi kita. Kadang ku rasa dunia tak lagi mau menyapa dan bersahabat dengan segala asa, meski ku yakin rahmah Sang Segala Maha masih bertebaran di mana-mana.
Entahlah Ul, entah sampai kapan aku baru bisa menerima segala dengan lapang dada. Aku sangat merindumu. Setiap malam ku berharap pertemuan denganmu. Aku tak tahu harus bagaimana, apa yang mesti ku lakukan agar setiap malamku engkau temani, engkau sambangi.
Seluruh kata kita tercekap di kerongkongan. Tak bisa lagi aku bicara pada siapapun. semua kita kini tinggal mengendap di dada, hingga kadang secara sangat sesak di dada.
Keluhku kini hanya pada Sang Maha, meski kadang ku rasa aku tak layak melakukannya. Masih terlalu kotor ku tuk berharap kabulnya. Masih terlalu naif ku tuk mengharap aminnya. Meski kadang hampir tak kuasa ku tahan semua kata di dada. Hampir tak sanggup ku tahan semua rasa di dada. Rindu harus diobati. Cinta harus dijawabi. Pertemuan menjadi niscaya.
Ya Allah, dalam ketak patutanku ku lantunkan do'aku
mohon kabulkan harapku
perkenankan pertemuanku dengan isteriku
beri jalan bagi hidupku
terangi dan lapangkanlah dadaku
kuatkan diriku
teguhkan imanku
abadikan cintaku
Label:
kesah
Langganan:
Postingan (Atom)