seperti rinduku padamu, mungkin seperti itu juga Lana merindumu, ibunya. Cuma mungkin ia belum bisa bicara, belum bisa ungkapkan apa yang dirasa. kadang ku lihat wajah kecilnya gelisah, seperti tak mengerti apa yang diinginkannya. Saking bingungnya kadang ia tak mampu kalahkan kantuknya, dan tiap tawaran untuk melihat video atau fotonya bersamamu, ia pasti kan menerimanya.
kadang menangis sendiri, tak tahu mesti harus bagaimana. menatap wajah mungilnya, rasakan gelisah yang tiba-tiba melandanya,
Ul, ku harap engkau hadir dalam mimpi-mimpinya, membimbing dalam tidurnya, hingga tak pernah ia rasa tiada bunda....
trima kasih untukmu kekasihnya, belahan abadi jiwaku, puisi yang membentangkan duniaku
Senin, 23 Mei 2011
Kamis, 19 Mei 2011
sayang
kadang terpikir untuk berhenti. Tidak lagi melangkah untuk mengejar mimpi. Serasa lelah menatap hari. Tapi tiap kali ku mengingatmu, akan mimpi dan anganmu. Tak mungkin aku berhenti, tak mungkin kuakhiri langkah yang telah kita mulai. Tak ku biarkan lelah kalahkah hati.
Ku ingin hanya kembali mengingatmu, segala tentang dirimu. Ku hanya ingin rasakan kembali, percikan semangat yang pernah membakar kita. Ku hanya ingin nikmati kembali kebersamaan dalam asa dan canda. Bersamamu, denganmu, dalam jiwa dan sukma
Ku ingin hanya kembali mengingatmu, segala tentang dirimu. Ku hanya ingin rasakan kembali, percikan semangat yang pernah membakar kita. Ku hanya ingin nikmati kembali kebersamaan dalam asa dan canda. Bersamamu, denganmu, dalam jiwa dan sukma
Rabu, 30 Maret 2011
Rabu, 16 Maret 2011
hai
ul, selalu merindumu saepanjang waktu. kadang sepi, sendiri, tak tahu mesti ke mana berbagi.
ul, bantu aku agar mampu jalani semua, lewati segala, raih apa yang pernah kita rencanakan.
ul, kau tahu apa yang kurasa. kau tahu arti dirimu padaku.
ul, rindu kadang memerindingkan tengkukku, malam sunyi sepi hampa.
ul, semoga mampu ku jalani hari-hariku
ul, bantu aku agar mampu jalani semua, lewati segala, raih apa yang pernah kita rencanakan.
ul, kau tahu apa yang kurasa. kau tahu arti dirimu padaku.
ul, rindu kadang memerindingkan tengkukku, malam sunyi sepi hampa.
ul, semoga mampu ku jalani hari-hariku
Senin, 21 Februari 2011
how are you today, my wife...
Ul, how are you today? I believe you're always in good condition, better and more better. Ul, sekarang Lana sudah semakin berkembang, banyak hal yang kadang susah tak jelaskan kepadanya,. semakin banyak pertanyaan yang kadang membuatku, membuatmu, membuat kita tertawa, kadang juga buat bingung bagaimana menjelaskannya. Ul, kadang aku merasa Lana benar-benar merindumu, merindu ibunya. Mohon padamu seringlah jenguk ia, dalam mimpi maupun dalam rasa. Biar ia rasa ibunya selalu bersama....
Sabtu, 05 Februari 2011
Ul, ah...
Ul, kadang serasa tak bisa lagi ku bertahan, banyak hal yang tak terpikirkan mesti dihadapi. Sendiri benar-benar sepi, meski engkau mengalir dalam nadi.
Kadang, ku berpikir untuk berhenti saja. Berhenti dan tidak melakukan apa-apa. Dan mungkin saat ini pun aku sudah mulai berhenti. Tak ada lagi anak-anak yang datang untuk menari di atas tuts, tak ada lagi anak-anak yang datang untuk bernyanyi i bring.
Ingin ku mulai semua, ingin ku lihat kembali anak-anak menari jemari di atas tuts, ingin kembali ku lihat anak-anak bernyanyi i bring, tapi maafkan aku isteriku, ternyata aku belum cukup mampu. Sering yang ku jadikan alasan Lana, tapi mungkin bukan itu sebenarnya. Aku belum mampu keluar dari kotak pandora kita. Kotak yang di dalamnya ada aku dan kamu. Kotak yang di dalamnya langkah kita ambil bersama. Engkau merencanakan, aku merancang. Engkau mencanangkan, aku mewujudkan, kemudian bersama kita berjalan melakukan, melaksanakan, mengevaluasi dan merencanakan kembali.
Maafkan aku Ul, aku belum juga mampu keluar dari kotak itu. Aku belum mampu temukan cara untuk bekerja dengan engkau di dalam diriku.
Semoga, segalanya berjalan menjadi semakin baik.
amin
Kadang, ku berpikir untuk berhenti saja. Berhenti dan tidak melakukan apa-apa. Dan mungkin saat ini pun aku sudah mulai berhenti. Tak ada lagi anak-anak yang datang untuk menari di atas tuts, tak ada lagi anak-anak yang datang untuk bernyanyi i bring.
Ingin ku mulai semua, ingin ku lihat kembali anak-anak menari jemari di atas tuts, ingin kembali ku lihat anak-anak bernyanyi i bring, tapi maafkan aku isteriku, ternyata aku belum cukup mampu. Sering yang ku jadikan alasan Lana, tapi mungkin bukan itu sebenarnya. Aku belum mampu keluar dari kotak pandora kita. Kotak yang di dalamnya ada aku dan kamu. Kotak yang di dalamnya langkah kita ambil bersama. Engkau merencanakan, aku merancang. Engkau mencanangkan, aku mewujudkan, kemudian bersama kita berjalan melakukan, melaksanakan, mengevaluasi dan merencanakan kembali.
Maafkan aku Ul, aku belum juga mampu keluar dari kotak itu. Aku belum mampu temukan cara untuk bekerja dengan engkau di dalam diriku.
Semoga, segalanya berjalan menjadi semakin baik.
amin
Label:
surat untukmu
Langganan:
Postingan (Atom)