Senin, 12 Desember 2011

Cerita malam ini

Ul, kadang aku tak lagi mampu menjawab tanya yang melintas. Kembali mempertanyakan tiap langkah yang aku lakukan. Kembali mempertanyakan tiap keinginan yang terbetik di pikiran.

Ul, kadang aku benar-benar tak tahu apakah langkahku demi sesuatu yang punya nilai ataukah hanya sekedar untuk memuaskan rasa iri dan dengkiku.
Kadang benar-benar tak ku mengerti apa sebenarnya tujuan dari langkah, pikiran, mimpi dan anganku. Kejaran apa yang sebenarnya aku tuju, kebaikan ataukah keburukan.

Ul, kadang bercerita sangat aku rindukan, padamu yang selalu menampung dan mendengar setiap keluh kesahan. Memberiku kesegaran untuk kembali ke garis perjalanan.

Ul, ya  begitulah.....

Jumat, 09 Desember 2011

ul, sudahlah...

ul, sudahlah kunikmati saja rinduku padamu...biar semakin berwarna hidupku

ul

ul, ah...terlalu merindumu hingga semua tak terasa

Sabtu, 05 November 2011

hai

Bercerita padamu, tak kan pernah habis kata, tak akan pernah terasa berlalu masa. Selalu saja ada yang diceritakan, selalu ada kisah untuk dibagikan. tak ada jemu.
Mendengar ceritamu tak pernah membosankan telingaku, selalu saja ada hal baru untuk kita renungkan, kita tertawakan, kita kecewakan.
Sendiri tanpamu, tak pernah terasa ringan bagiku. Selalu membekas sembilu.
ah, Ul...........

Minggu, 23 Oktober 2011

curhat lagi...

Ul, sungguh aku tak menyadari bahwa lebih dari 8 tahun aku menceritakan apapun padamu, bercerita tiap perjalanan yang aku lakukan, tiap agenda yang aku rencanakan. Setiap kejadian dalam tiap kegiatan, pasti engkau orang pertama yang akan tahu, karena dengan begitu saja aku akan bercerita segalanya kepadamu.
Ul, sungguh aku baru menyadari bahwa keinginanku untuk segera pulang dari setiap kegiatan yang aku ikuti hanya untuk segera bertemu denganmu. bercerita tentang apapun yang terjadi, apapun yang kulakukan, apapun yang ku temui dalam tiap kegiatan itu, segala cerita lucu, kisah gembira, kekecewaan bahkan kemarahan yang ada di dalamnya.
Ul, sungguh baru kusadari semua itu. Sesuatu yang selama ini tak pernah aku sadari, karena delapan tahun lebih aku melakukan semua itu tanpa berpikir, tanpa melakukan pertimbangan, hanya mengalir begitu saja, sebagai bagian dari kemestian yang harus dijalani, bukan dengan paksaan, namun dengan penuh kerelaan.
Ul, betapa ku tak menyadari bahwa keinginanku untuk segera pulang dari PLPG kemarin bukan hanya karena Lana, tapi lebih karena aku ingin segera bercerita padamu, menumpahkan segala rindu, segala gemuruh, seluruh gairah padamu.
Ul, benar-benar aku jatuh kali ini. benar-benar aku shock ketika menyadari bahwa engkau tak lagi hadir dalam wujudmu. bahwa engkau kini tinggal hanya di hatiku, bukan dalam wujud lahirmu.
Aku lelah, benar-benar lelah beberapa hari ini. bukan lelah badan, bukan letih raga, namun pikiranku lelah, hati letih, rasa seakan lemas tanpa daya. Benar-benar aku merindumu. Betapa biasanya setelah mengikuti kegiatan apapun, dalam lelah, cukuplah bagiku berbaring di sampingmu, memandang wajahmu, cukuplah merasakan seluruh cintamu, cukuplah semua itu untuk mengembalikan seluruh kesegaranku, sebelum kemudian aku akan bercerita padamu. bercerita segala kisah, peristiwa, kejadian yang aku alami selama kepergianku.
Ul, terlalu banyak yang ingin aku ceritakan padamu, namun bukan itu yang aku butuhkan saat ini. Aku lebih butuh merebahkan diri di sampingmu, memandang wajahmu, menikmati senyummu, merasakan damai mengalir di sekujur tubuhku. 
Ul, saat ini aku lebih butuh untuk menyegarkan kembali raga dan jiwaku dengan meregangkan seluruh syaraf di sampingmu, mengurai seluruh rindu padamu.
Ul, haruskah ku rapal seluruh mantra agar engkau menemuiku dalam malam sunyiku?
Rinduku padamu......ah......

Jumat, 21 Oktober 2011

isteriku, dengarlah...

begitu sesak ku rasa
 menggumpal di benak dan dirasa
begitu banyak yang ingin
   ku cerita
  padamu tentang segala
 namun,
saat ini tak mampu ku ucap sepatah kata
hanya bersamamu yang ingin ku kulakukan
hanya dengan ku inginkan saat ini
tak perlu bicara
 tak perlu cerita
hanya bersama
merasakan segala gemuruh
menikmati semua teduh
hanya denganmu
biarlah segala cerita terlantar sia
nanti sajalah aku cerita
setelah gemuruh menjadi reda
setelah teduh selimuti jiwa

Rabu, 19 Oktober 2011

hari ini

ul, maaf jika terlena dalam langkah, bukan untuk melupakanmu karena tak mungkin aku mampu.
ul, aliran ini terlanjur menyatu denganmu, bergerak bersama ingin dan anganmu. tapi sungguh memang kadang sangat rindu, bersama dalam tarik nafas menggebu