Minggu, 08 April 2012
Jumat, 06 April 2012
Ul, ...
Ul, semakin tak tertahan lagi denyut yang semakin menghentak ini. Rindu padamu sepanjang waktu. Rindu yang kadang menghilangkan akal pikiranku, menghilangkan nalar rasioku.
Ul, aku yakin semua berjalan dengan kuasa-Nya. Cinta, rindu, dan segala rasa yang mengalir di nadiku, segalanya berasal dari-Nya, semua atas perkenan-Nya.
Ul, ah....jadi kelu lidahku, jadi kaku jemariku,
Hadirkanmu selalu membuatku berlidah kelu, tak mampu menyusun kata untuk bercerita. Kau tahu, sama seperti waktu-waktu dulu. Bersamamu segalanya menjadi sirna, tak ada lagi gundah gulana, tak ada lagi beban menekan, tinggal bahagia yang tak tertahan, bahagia yang terlalu eman untuk disela dengan kata.
Ul, kau pasti juga tahu, aku tetap saja gembeng, masih terlalu sering menangis ketika merasa beban begitu menekan, ketika rindu begitu menggebu. Tapi tenang, tangisku untukmu, padamu, dan tidak kan ku biarkan orang lain melihatku. Biar Ia saja tahu.
Ul, peluk aku dengan cintamu, biar tak lagi menggigil tubuhku...
Label:
malam ini
Rabu, 04 April 2012
cerita lagi
Ul, kadang aku merasa terlalu banyak hal yang tak bisa ku ungkap dengan siapapun. Tak terbiasa dan mungkin tidak akan pernah bisa aku mengungkap banyak hal kepada orang lain. Aku hanya bisa bicara pada diriku sendiri. Kau tahu itu kan Ul. Aku hanya bisa bicara dan berkeluh kesah padamu karena engkau bukan orang lain bagiku, engkau adalah bagian dari diriku yang terpisah dari ragaku.
Ul, kadang mungkin karena ku belum menceritakan berbagai keganjilan dan kejanggalan yang ku rasakan membuatku--entah sadar atau tidak--mengambil sikap yang kekanakan atau bahkan tak menggunakan pikiran sama sekali. Liar, tak terkendali.
Ul, kadang aku sendiri takut dengan keadaan ini. Aku khawatir banyak hal yang bisa berakibat kurang baik jika ini terus kulakukan. Selalu saja kesadaran muncul belakangan, selalu saja penyesalan hadir kemudian.
Ul, kadang aku benar-benar membutuhkanmu hanya untuk sekedar berbagai cerita, sekedar melepas penat, sekedar mengeluarkan beban sebelum menjadi umpatan...
Ul, ternyata benar kehadiran jauh lebih bernilai dibandingkan ketidak hadiran, meski terlalu sering kesadaran dan pemahaman terlambat datang...
Ul, kadang mungkin karena ku belum menceritakan berbagai keganjilan dan kejanggalan yang ku rasakan membuatku--entah sadar atau tidak--mengambil sikap yang kekanakan atau bahkan tak menggunakan pikiran sama sekali. Liar, tak terkendali.
Ul, kadang aku sendiri takut dengan keadaan ini. Aku khawatir banyak hal yang bisa berakibat kurang baik jika ini terus kulakukan. Selalu saja kesadaran muncul belakangan, selalu saja penyesalan hadir kemudian.
Ul, kadang aku benar-benar membutuhkanmu hanya untuk sekedar berbagai cerita, sekedar melepas penat, sekedar mengeluarkan beban sebelum menjadi umpatan...
Ul, ternyata benar kehadiran jauh lebih bernilai dibandingkan ketidak hadiran, meski terlalu sering kesadaran dan pemahaman terlambat datang...
Sabtu, 31 Maret 2012
malam ini
aku lagi ingin menyentuhmu Ul, menyatu dalam dirimu, mengalirkan seluruh rindu yang menggumpal di hati,
aku lagi ingin menyentuhmu isteriku, masuki tubuhmu dengan segenap gelagar rasa yang mengalir dalam aliran jiwa.
aku lagi ingin menyentuhmu ul, memadu kasih, menuju keleburan cinta ....
aku lagi ingin menyentuhmu......
aku lagi ingin menyentuhmu isteriku, masuki tubuhmu dengan segenap gelagar rasa yang mengalir dalam aliran jiwa.
aku lagi ingin menyentuhmu ul, memadu kasih, menuju keleburan cinta ....
aku lagi ingin menyentuhmu......
Label:
selaksa
Kamis, 29 Maret 2012
semoga engkau rela mendengarku
hai ul, aku yakin engkau pasti dalam keadaan yang baik, sejahtera dan damai dalam semayam panjangmu.
Ul, banyak hal yang mesti terjadi dan memang seharusnya terjadi. Perjalanan hidup tiap orang pasti melalui jalan yang telah ditentukan.
Banyak hal juga yang telah terjadi dan akan terjadi padaku, pada Lana yang kadang membuatku merasa bingung dan tak berdaya.
Ul, hadirnya sungguh sangat berarti bagiku, bersamamu seakan tak ada yang tak mungkin kita lalui, hingga kadang tetap saja terbersit dalam pikirku, andai engkau masih ada. Andai engkau masih di sini dalam raga, tentu tak terlalu bingung aku menghadapi segala, tentu banyak kemungkinan dan solusi yang akan kita temukan dan coba.
Ul, aku merindumu lagi dan lagi. Beristighfar aku jika rindu ini salah dalam pandangan ilahi. Aku hanya menurutkan apa yang ada di rasaku, sebuah anugerah terindah yang ditanam dihatiku. Rindu padamu.....
Ul, banyak hal yang mesti terjadi dan memang seharusnya terjadi. Perjalanan hidup tiap orang pasti melalui jalan yang telah ditentukan.
Banyak hal juga yang telah terjadi dan akan terjadi padaku, pada Lana yang kadang membuatku merasa bingung dan tak berdaya.
Ul, hadirnya sungguh sangat berarti bagiku, bersamamu seakan tak ada yang tak mungkin kita lalui, hingga kadang tetap saja terbersit dalam pikirku, andai engkau masih ada. Andai engkau masih di sini dalam raga, tentu tak terlalu bingung aku menghadapi segala, tentu banyak kemungkinan dan solusi yang akan kita temukan dan coba.
Ul, aku merindumu lagi dan lagi. Beristighfar aku jika rindu ini salah dalam pandangan ilahi. Aku hanya menurutkan apa yang ada di rasaku, sebuah anugerah terindah yang ditanam dihatiku. Rindu padamu.....
Label:
ul
Kamis, 22 Maret 2012
ul
Ul, banyak hal yang hanya bisa ku ceritakan padamu, tidak ke yang lain. Banyak hal yang hanya bisa ku kisahkan padamu, bukan kepada yang lain. Rinduku akan segala belai, peluk, cium, cumbu tak mungkin ku ceritakan selain padamu.....
Langganan:
Postingan (Atom)