Jumat, 29 Juni 2012

bagaimana mesti

bagaimana mesti aku tidak menangis Ul, tak ada lagi bahu tempatku bersandar ketika beban pikiran begitu menekan, tak  lagi dada untuk menyembunyikan kepala yang sesenggukan.

bagaimana aku mesti tidak menangis lagi Ul, tak ada lagi sahabat yang setiap saat mendengarkan keluh resah dan gelisah, tak ada lagi suara-suara yang mententramkan jiwa saat keputus asaan mulai menjelma

bagaimana mesti aku tidal menangis Ul, engkau tahu mengapa aku masih saja menangis...

ul...

engkau ada dalam aliran darahku
      mengalir di seluruh nadiku
         mengisi detak jantungku
            menyatu dalam tarikan nafasku

namun,
tetap saja teramat sulit bagiku
   tuk temukanmu

Selasa, 26 Juni 2012

curhat

 Ul, ternyata masih terlalu mudah ku terbakar, iri masih begitu tinggi, mengukur diri terlampau tinggi.

Ul, ego yang bercampur emosi, sungguh sangat susah untuk dikendalikan. Iri yang bercampur kekecewaan, sungguh sangat sulit untuk disembunyikan. Dalam tiap kata yang mengalir hanya letupan-letupan dendam. Kesumat yang hampir tak tertahankan.

Ul, ah.....kadang iblis dalam diriku terlalu kuat menguasai, mengangungkan diri sendiri dengan merendahkan dan menistakan orang lain....

Ul, ah.....

Rabu, 20 Juni 2012

maafkan aku sayang

maafkan aku
atas setiap luka yang tertoreh di hatimu
atas tiap kecewa yang melukai hatimu
atas tiap pedih yang menggores di hatimu

sungguh ul
tak pernah terbersit niat untuk melukaimu
entahlah...
terlalu aku mencintaimu
                            memujamu
hingga tanpa sadar ku tuntut
         kesempurnaanmu

masihkah engkau begitu marah padaku
hingga lama kau tak sudi menemuiku
bahkan dalam mimpi pun
hanya sepucuk surat yang kau tinggalkan untukmu
surat tentang lukamu
                         kecewamu
                            kemarahanmu

maafkan aku Ul...
benar-benar terlalu ku mencintaimu
hingga melupakan keinginan-keinginanmu

maafkan aku sayang....

Minggu, 17 Juni 2012

peluk cium untukmu

peluk cium untukmu
dalam selaksa rindu
mengalir pada aliran nadiku

peluk cium untukmu
dalam bayang,
   mimpi
     dan nyataku
meski aku tahu
  tak pernah lagi seperti dulu

peluk cium untukmu
jawaban segala rindu
 yang membuncah
    segala arah

peluk cium untukmu
dalam sadar
    tidur, dan
       lenaku

peluk cium untukmu
oh......

Senin, 11 Juni 2012

ah......

Ul.....merindumu kadang benar-benar menyiksaku
tak ada lagi bayangmu di depan pandangku
tak ada lagi gerakmu melintas di pelupuk mataku

Ul...merindumu kadang benar-benar menggelisahkanku
kapan engkau mewujud pada perempuan pilihanmu
kapan engkau rela turun pada perempuan penerusmu
ataukah tak kan pernah kau rela memilih perempuan
   sebagai semanyam baru bagi jiwamu???

Ul...merindumu kadang benar-benar .....
ah...kau tahu bagaimana rasa merindu.....

hanya ada satu jawab....
bertemu.....

ah....kau tahu ............
peluk ciumku untukmu....

Selasa, 29 Mei 2012

stress

Ul, kembali merindumu di hening malamku, di ramai siangku, di sejuk pagiku, di lembayung soreku.

Ul, kali ini aku membutuhkanmu, benar-benar membutuhkan dan mengharapkan kehadiranmu fisically, secara nyata. Banyak hal yang tidak mungkin aku tanggungkan. Banyak hal yang semakin membeban di pikiran, dan aku membutuhkanmu untuk sekedar bercerita, sekedar mendapat jawaban-jawaban dan komentar.
Ul, aku tahu tak mungkin ini, setidaknya jelas tak mungkin bagimu kembali hadir utuh fisically. Tapi, kau tahu Ul, hadir jiwa saat ini tak cukup bagiku, karena aku butuh bercerita, aku butuh suaramu kembali menggema, mengomentari, memberi ide, menawarkan jawaban atas tiap permasalahan dan beban yang kuceritakan.

Ul, aku butuh ide-ide cerdas dalam percakapan kita, aku butuh solusi-solusi dan segala kemungkinan atas jalan keluar melalui perdebatan kita, aku butuh hal-hal baru untuk mencandakan sesuatu yang kadang merupakan beban berat yang mesti kita terima. Ya, rasanya terlalu lama bagiku tidak lagi mencandakan beban sebagai bahan gurauan. Rasanya hanya engkau yang mampu melakukan itu....

Ul, kembali ku merindumu, dalam peluk malam berselimut dingin hitam kelam....

Ul, ......