Ul, kembali merindumu di tiap detikku. Dingin merambar sekujur badan, alirkan rindu akan kehangatan.
Ul, kembali merindumu untuk hadir di dekatku. Menggigil jiwa dan pikiran, membeku dalam penantian.
Ul, kembali merindumu di ujung hari. Menunduk dalam iri yang kadang tak terkendali
Ul, kembali merindumu dalam tiap jengkal langkahku. Sepi sunyi hingga seluruh sendi menjadi kaku
Ul, kembali merindumu di hati, pikir, dan nafasku.
Ul, semoga akhirnya aku mampu.....
Kamis, 09 Agustus 2012
Senin, 06 Agustus 2012
Ul, kembali kata tak lagi berdaya
Ul, selalu saja ada hal baru dalam setiap hadirmu. Kembali semua menjadi tak lagi terkatakan, hanya mampu untuk dirasakan. hanya bisa untuk diresapi.
Ada saja hal-hal indah yang engkau taburkan dalam tiap perjumpaan, hias asa dan harapan akan wujud dari segala yang pernah kita angankan.
Ul, ah................tak ada kata yang mampu mencerna, tak ada kalimat yang mampu mengungkap, tak ada bait yang mampu melukiskan. Ketika rasa begitu menyatu, membaur antara rindu, cinta, bahagia, sekaligus luka, duka.
Ul, ah.....sebenarnya ini sudah bukan lagi sekedar tentang kita, bukan lagi sekedar tentang rindu dan cinta kita, karna kini ini sudah menjadi tentang keagungan yang diabadikan dalam kita. Alasan penciptaan semesta. Alasan segala yang wujud ada...
Ada saja hal-hal indah yang engkau taburkan dalam tiap perjumpaan, hias asa dan harapan akan wujud dari segala yang pernah kita angankan.
Ul, ah................tak ada kata yang mampu mencerna, tak ada kalimat yang mampu mengungkap, tak ada bait yang mampu melukiskan. Ketika rasa begitu menyatu, membaur antara rindu, cinta, bahagia, sekaligus luka, duka.
Ul, ah.....sebenarnya ini sudah bukan lagi sekedar tentang kita, bukan lagi sekedar tentang rindu dan cinta kita, karna kini ini sudah menjadi tentang keagungan yang diabadikan dalam kita. Alasan penciptaan semesta. Alasan segala yang wujud ada...
Selasa, 31 Juli 2012
cinta dan rindu padamu
sepanjang waktu ku merindumu,
ku yakini sebagai anugerah Tuhanku
mencintamu di hari-hari sunyiku
ku yakini bagian dari nikmat Tuhanku
Segalanya berawal dari kehendak-Nya
segalanya berjalan berdasar iradah-Nya
dan
segalanya tentu berakhir atas kuasa-Nya
aku merindumu
mencintamu
menghias relungku dengan namamu
semoga bukan memujamu
semoga bukan menuhankanmu
semoga bukan mengagungkanmu
semoga semua hanya bentuk pantulan cinta
dari Sang Maha Cinta
ku yakini sebagai anugerah Tuhanku
mencintamu di hari-hari sunyiku
ku yakini bagian dari nikmat Tuhanku
Segalanya berawal dari kehendak-Nya
segalanya berjalan berdasar iradah-Nya
dan
segalanya tentu berakhir atas kuasa-Nya
aku merindumu
mencintamu
menghias relungku dengan namamu
semoga bukan memujamu
semoga bukan menuhankanmu
semoga bukan mengagungkanmu
semoga semua hanya bentuk pantulan cinta
dari Sang Maha Cinta
Label:
ketika merindumu
Jumat, 29 Juni 2012
bagaimana mesti
bagaimana mesti aku tidak menangis Ul, tak ada lagi bahu tempatku bersandar ketika beban pikiran begitu menekan, tak lagi dada untuk menyembunyikan kepala yang sesenggukan.
bagaimana aku mesti tidak menangis lagi Ul, tak ada lagi sahabat yang setiap saat mendengarkan keluh resah dan gelisah, tak ada lagi suara-suara yang mententramkan jiwa saat keputus asaan mulai menjelma
bagaimana mesti aku tidal menangis Ul, engkau tahu mengapa aku masih saja menangis...
bagaimana aku mesti tidak menangis lagi Ul, tak ada lagi sahabat yang setiap saat mendengarkan keluh resah dan gelisah, tak ada lagi suara-suara yang mententramkan jiwa saat keputus asaan mulai menjelma
bagaimana mesti aku tidal menangis Ul, engkau tahu mengapa aku masih saja menangis...
ul...
engkau ada dalam aliran darahku
mengalir di seluruh nadiku
mengisi detak jantungku
menyatu dalam tarikan nafasku
namun,
tetap saja teramat sulit bagiku
tuk temukanmu
mengalir di seluruh nadiku
mengisi detak jantungku
menyatu dalam tarikan nafasku
namun,
tetap saja teramat sulit bagiku
tuk temukanmu
Selasa, 26 Juni 2012
curhat
Ul, ternyata masih terlalu mudah ku terbakar, iri masih begitu tinggi, mengukur diri terlampau tinggi.
Ul, ego yang bercampur emosi, sungguh sangat susah untuk dikendalikan. Iri yang bercampur kekecewaan, sungguh sangat sulit untuk disembunyikan. Dalam tiap kata yang mengalir hanya letupan-letupan dendam. Kesumat yang hampir tak tertahankan.
Ul, ah.....kadang iblis dalam diriku terlalu kuat menguasai, mengangungkan diri sendiri dengan merendahkan dan menistakan orang lain....
Ul, ah.....
Ul, ego yang bercampur emosi, sungguh sangat susah untuk dikendalikan. Iri yang bercampur kekecewaan, sungguh sangat sulit untuk disembunyikan. Dalam tiap kata yang mengalir hanya letupan-letupan dendam. Kesumat yang hampir tak tertahankan.
Ul, ah.....kadang iblis dalam diriku terlalu kuat menguasai, mengangungkan diri sendiri dengan merendahkan dan menistakan orang lain....
Ul, ah.....
Rabu, 20 Juni 2012
maafkan aku sayang
maafkan aku
atas setiap luka yang tertoreh di hatimu
atas tiap kecewa yang melukai hatimu
atas tiap pedih yang menggores di hatimu
sungguh ul
tak pernah terbersit niat untuk melukaimu
entahlah...
terlalu aku mencintaimu
memujamu
hingga tanpa sadar ku tuntut
kesempurnaanmu
masihkah engkau begitu marah padaku
hingga lama kau tak sudi menemuiku
bahkan dalam mimpi pun
hanya sepucuk surat yang kau tinggalkan untukmu
surat tentang lukamu
kecewamu
kemarahanmu
maafkan aku Ul...
benar-benar terlalu ku mencintaimu
hingga melupakan keinginan-keinginanmu
maafkan aku sayang....
atas setiap luka yang tertoreh di hatimu
atas tiap kecewa yang melukai hatimu
atas tiap pedih yang menggores di hatimu
sungguh ul
tak pernah terbersit niat untuk melukaimu
entahlah...
terlalu aku mencintaimu
memujamu
hingga tanpa sadar ku tuntut
kesempurnaanmu
masihkah engkau begitu marah padaku
hingga lama kau tak sudi menemuiku
bahkan dalam mimpi pun
hanya sepucuk surat yang kau tinggalkan untukmu
surat tentang lukamu
kecewamu
kemarahanmu
maafkan aku Ul...
benar-benar terlalu ku mencintaimu
hingga melupakan keinginan-keinginanmu
maafkan aku sayang....
Label:
isteriku
Langganan:
Postingan (Atom)