Ul, ah...tak tahu lagi ku mesti cerita dari mana. Sepertinya banyak hal yang terjadi dan banyak hal yang membuatku serasa gambang dan seperti kehilangan kendali diri.
Ul, entahlah aku juga bingung bagaimana cara mengatasi ini, rasanya segala sesuatu menjadi lebih berat untuk dihadapi,
Rabu, 10 Oktober 2012
Selasa, 09 Oktober 2012
Uuuuulllllllllllllllllllllllllllllllll...................................................
hanya bisa ku rasakan,
tak lagi mampu ku katakan
Uuuuuuuullllllllllllllllllllllllllll...........................
kembali merindumu dan selalu merindumu.
Ul, aku percaya bahwa apapun yang terjadi tak akan menghilangkan apa yang telah tertanam dalam dada, karena semua berasal dari-Nya. Apapun yang menimpa tak akan mungkin mampu merubah apa yang telah diabadikan dalam jiwa, karena semua adalah kehendak-Nya.
Ul, ah....sudahlah....kadang memang tak ada lagi kata yang bisa diucap, tak ada lagi huruf yang bisa dirangkai, tak lagi ada kalimat yang dapat diurai....
hanya bisa ku rasakan,
tak lagi mampu ku katakan
Uuuuuuuullllllllllllllllllllllllllll...........................
kembali merindumu dan selalu merindumu.
Ul, aku percaya bahwa apapun yang terjadi tak akan menghilangkan apa yang telah tertanam dalam dada, karena semua berasal dari-Nya. Apapun yang menimpa tak akan mungkin mampu merubah apa yang telah diabadikan dalam jiwa, karena semua adalah kehendak-Nya.
Ul, ah....sudahlah....kadang memang tak ada lagi kata yang bisa diucap, tak ada lagi huruf yang bisa dirangkai, tak lagi ada kalimat yang dapat diurai....
Minggu, 07 Oktober 2012
Sekedar cerita
Hai Ul, aku yakin engkau dalam keadaan yang selalu baik malah mungkin semakin hari semakin luar biasa karena engkau kini bersama Ia yang Maha Segala.
Ul, aku merindumu, pasti itu, tapi bukan untuk itu aku menulis kali ini. Aku hanya ingin bercerita bahwa kayake sekarang Jun baru dalam masalah yang mungkin ia sendiri kurang bisa terima. Mungkin juga saat ini ia merasa bahwa satu-satunya orang yang berhak untuk mendengar ceritanya adalah engkau, maka kalau bisa datanglah padanya, biar ia bisa bercerita, menceritakan banyak hal yang mungkin saat ini mengganjal dan menekan batinnya.
Ul, aku bukan engkau dan tidak akan pernah menjadi engkau. Bagi Jun dan Anip engkau jelas tak tergantikan. Aku hanyalah orang yang dulu pernah engkau ajak untuk membantumu, menjaga agar segalanya tetap berjalan dengan baik, menjadi orang yang akan ada ketika diperlukan, dibutuhkan.
Ul, terus terang hanya satu yang bisa ku janjikan untukmu bahwa aku berusaha selalu menjadi orang yang membantumu untuk menjaga mereka, orang-orang yang bertahta dalam singgasana hatimu, menjadi orang yang senantiasa ada ketika diperlukan, menjadi orang yang selalu bersedia untuk setiap bantuan dan pertolongan.
Ul, jangan biarkan anak-anak itu kehilangan pegangannya, hadirlah saat mereka benar-benar membutuhkanmu untuk bicara, mungkin saja mereka agak terbiasa denganku untuk membicarakan banyak hal, tapi Ul, aku tak akan pernah mampu untuk menyentuh wilayah privacy mereka, wilayah yang mungkin hanya engkau yang boleh memasukinya.
Benar katamu Ul bahwa pada akhirnya semua orang akan sendiri, namun benar juga bahwa ada saat ketika orang tidak dapat menahan segalanya sendiri. Ada saat-saat di mana orang membutuhkan seorang yang benar-benar dipercaya untuk sekedar berbagi cerita. Untuk sekedar melepaskan penah di dada, untuk sekedar meringankan beban yang menekan hati dan rasa.
Ul, aku mulai berpikir bahwa mungkin saja apa yang kulakukan selama ini salah. Aku salah sudah berbicara terlalu dalam dengan Jun mengenai berbagai hal yang terkait denganmu, Lana, dan aku sendiri. Aku khawatir bahwa ada beberapa hal dari yang aku ceritakan sedikit banyak mengusik atau bahkan mungkin mengganggu.
Awalnya memang aku hanya ingin berbagi, dengan harapan Jun juga mau berbagi persoalan denganku--meski aku tahu aku tak bisa berharap terlalu banyak karna aku tahu mungkin hanya engkau yang mampu--. Dan kenyataannya memang begitu.
Ul, aku tidak marah, tidak kecewa. Bagiku ketika Jun dan Anip bisa menerimaku sebagai teman bicara, itu sudah lebih dari cukup bagiku. Artinya aku tetap masih punya cukup banyak kesempatan untuk tetap melakukan apa yang pernah aku janjikan padamu, menjaga dan menjadi orang yang ada ketika dibutuhkan, ketika diminta bantuan.
Ul, sekali lagi, dengan izin Ia yang Maha Segala, hadirlah dalam hatinya, biar ia dapat kembali berbincang denganmu, berbagai beban denganmu agar tak terlalu lama berada dalam kegelisahan yang kadang sangat menyakitkan.
Ul, wis disik ya, meski sebenare tak pernah ada cukup waktu bagiku ketika bersamamu.........
Ul, kembali merindumu, dalam raga dan sukmaku....
Label:
cerita lagi
Sabtu, 06 Oktober 2012
kita, sayang....
aku dan kamu adalah cinta yang
dianugerahkan
aku dan kamu adalah rindu yang
digelorakan
aku dan kamu adalah rasa yang saling
bertautan
aku dan kamu adalah langit bumi yang
disatukan
aku dan kamu adalah raga jiwa yang
dipertemukan
aku dan kamu adalah kanan kiri yang
dipasangkan
aku dan kamu adalah memadunya bagian
menjadi keutuhan
aku dan kamu adalah kepedihan dan
kebahagiaan yang melahirkan kehidupan
aku dan kamu adalah ….......
Label:
kita
Jumat, 05 Oktober 2012
Ul, merindumu lagi
Ul, kembali merindumu
dalam raga dan sukmaku
kembali ku merindumu
akan peluk dan ciummu
akan belai dan usapmu
akan tutur dan sapamu
akan senyum dan tawamu
kembali ku merindumu
merindu untuk membelaimu
merindu menatap matamu
merindu menikmati senyummu
membelai rambutmu
mendengar suaramu
merasakan desahmu
kembali ku merindumu
merindu hangat kasihmu
merindu gelora di dadamu
merindu aliran cinta dari jiwamu
kembali ku merindumu
merindu segala yang ada padamu
raga dan jiwamu
kembali ku merindumu
merindu segala yang berasal darimu
lahir dan batinmu
kembali ku merindumu
merindu untuk kembali berpadu
menyatu dengan desah dan nafasmu
kembali ku merindumu
merindu hangat peluk kasihmu
berpadu jiwaku dan jiwamu
kembali ku merindumu
merindumu sepanjang waktu..........
dalam raga dan sukmaku
kembali ku merindumu
akan peluk dan ciummu
akan belai dan usapmu
akan tutur dan sapamu
akan senyum dan tawamu
kembali ku merindumu
merindu untuk membelaimu
merindu menatap matamu
merindu menikmati senyummu
membelai rambutmu
mendengar suaramu
merasakan desahmu
kembali ku merindumu
merindu hangat kasihmu
merindu gelora di dadamu
merindu aliran cinta dari jiwamu
kembali ku merindumu
merindu segala yang ada padamu
raga dan jiwamu
kembali ku merindumu
merindu segala yang berasal darimu
lahir dan batinmu
kembali ku merindumu
merindu untuk kembali berpadu
menyatu dengan desah dan nafasmu
kembali ku merindumu
merindu hangat peluk kasihmu
berpadu jiwaku dan jiwamu
kembali ku merindumu
merindumu sepanjang waktu..........
Label:
kangen,
rindu,
selalu untukmu
Selasa, 02 Oktober 2012
Senin, 01 Oktober 2012
Kembali bercerita padamu
Ul, ngapa kok jadine kayak gini? Kayake aku benar-benar mulai merindumu untuk mewujud dalam dirinya. Benar-benar mulai kurasakan perasaan yang sama dalam kehadiranmu di dirinya.
Ul, aku kadang juga ga ngerti, apakah ini hayalan terpendamku untuk kembali menghadirkan dirimu di sisiku, ataukah ini kenyataan sebenarnya bahwa Allah telah mengijinkan jiwamu dibangkitkan kembali dalam dirinya agar kembali menemaniku.
Ul, kenapa jadinya seperti ini? Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa akan kurasakan rindu yang sama pada dirinya. Tak pernah ku bayangkan bahwa aku akan kembali merasakan kecemburuan sebagaimana kecemburuan ketika engkau bercerita kepadaku tentang teman-teman lelakimu di masa lalu.
Ul, berusaha ku tetap menjadi kesadaranku bahwa mungkin ini hanya hayalanku, sehingga berusaha sedapat mungkin aku tidak terlalu masuk dalam pusarannya, meski kadang aku terseret masuk dalam pusaran airnya.
Ul, gimana menurutmu? apakah engkau menghendaki ini dengan menyengaja --dengan ijin Tuhanmu-- untuk kembali bangkit jiwa dan bersemayam dalam raga yang kau pilihkan untukku? Ataukah ini hanya hayalanku karena belum juga mampu ku redam segala rindu akan hadirmu?
Ul, tak akan mungkin semua ini ku ceritakan selain kepadamu. Bukan karena aku takut ditertawakan, namun lebih karena hanya padamu aku bisa bercerita lepas, bebas, tanpa khawatir engkau akan mencibirku.
Ul, kadang ku rasakan terlalu lama engkau tidak mengunjungi malam-malamku. Kadang benar-benar malam menjadi impian akan keindahan pertemuan denganmu, dalam rindu yang menggebu, dalam cinta yang menggelora, dalam seutuh sepenuh jiwa untuk menyatu bersama. Bergumul kasih berpeluk sayang. Mengalir aliran lewat bibir berpagutan, berbagi kehangatan dalam dekap berpelukan.
Ul, benar-benar merindumu dalam raga dan jiwaku.................................
Langganan:
Postingan (Atom)