Tak tahu aku
kembali sepi selimuti diri
kembali jiwa terasa hampa
Kelebatmu yang jauh dari
jangkauku
hadirmu yang jauh dari
mampuku
mensepikan diri
mensenyapkan jiwa
mengheningkan sukma
aku luruh seluruh-luruhnya
aku lebur selebur-leburnya
aku lunglai selunglai-lunglainya
ah.....
kemana pergi seluruh daya
kemana sirna semua tenaga
bersamamu kah?
aku kembali seakan
tak ber-Tuhan
hanya kesendirian yang ku
rasakan
untung yakinku tak copot
dari badan
meski goyah
masih ku yakin luasnya
kasih Tuhan
Kamis, 21 Januari 2010
Senin, 18 Januari 2010
Ada Masanya...
Ada masanya kita tertawa
ada masanya kita menangis
ada masanya kita gembira
ada masanya bermuram durja
Semua ada masanya
jangan sekali-kali kau ubah masa
Semua ada masanya
biarlah berjalan sebagaimana adanya
ada masanya kita menangis
ada masanya kita gembira
ada masanya bermuram durja
Semua ada masanya
jangan sekali-kali kau ubah masa
Semua ada masanya
biarlah berjalan sebagaimana adanya
Label:
masa
Sabtu, 16 Januari 2010
Selalu
semoga selalu ku tundukkan wajahku
di hadap-Mu
semoga selalu ku tengadahkan tangan
kepada-Mu
semoga selalu ku panjat do'a
hanya pada-Mu
semoga selalu Kau curah cinta
di hatiku
semoga selalu Kau abadikan jiwa
di jiwaku
semoga selalu Kau perkenankan ia
menemuiku
semoga selalu Kau ijinkan keabadian
di diriku
semoga selalu Engkau jadi
penolong dan pelindungku
di hadap-Mu
semoga selalu ku tengadahkan tangan
kepada-Mu
semoga selalu ku panjat do'a
hanya pada-Mu
semoga selalu Kau curah cinta
di hatiku
semoga selalu Kau abadikan jiwa
di jiwaku
semoga selalu Kau perkenankan ia
menemuiku
semoga selalu Kau ijinkan keabadian
di diriku
semoga selalu Engkau jadi
penolong dan pelindungku
Rabu, 13 Januari 2010
Selasa, 05 Januari 2010
Kepada-Mu aku mengadu
Aku tahu
terlalu banyak ketidaklayakan bagiku
untuk mengadu
apalagi
kepada-Mu
terlalu tebal lumpur dan noda menyelimuti
tubuh dan jiwaku
terlalu banyak kelalaian membungkus
hatiku
terlalu sering pengabaian menghiasi
hariku
tapi kepada siapa lagi aku mengadu
selain pada-Mu
biarlah aku hanya mengadu
pada-Mu
meski tanahku tak pernah pantas
mengadu pada-Mu
terlalu banyak ketidaklayakan bagiku
untuk mengadu
apalagi
kepada-Mu
terlalu tebal lumpur dan noda menyelimuti
tubuh dan jiwaku
terlalu banyak kelalaian membungkus
hatiku
terlalu sering pengabaian menghiasi
hariku
tapi kepada siapa lagi aku mengadu
selain pada-Mu
biarlah aku hanya mengadu
pada-Mu
meski tanahku tak pernah pantas
mengadu pada-Mu
Label:
Puisi,
Ya Allah aku mengadu
Langganan:
Postingan (Atom)

