Jumat, 03 Juni 2011

Rinduku Ul

kadang benar-benar seprti hampir putus asa. tak tahu lagi mesti bagaimana. Ul, ketika tiba-tiba ku rindu padamu, rindu belaimu, pelukmu, ciummu, cumbumu, menggigil tubuhku seprti tak ada lagi panas mengalir dalam darahku. Beku dalam salju merindu.
Ul, maafkan aku mesti menggunggumu dengan persoalan seperti ini. Di sana tentu kau tak lagi butuh kehadiran raga, damaimu kini damai jiwa, tak lagi membutuhkan pemenuhan tubuh.
Ul, kadang ku merindumu dalam rindu laki-laki kepada keperempuananmu, raga laki-laki yang membutuhkan raga perempuan, untuk memadu, bersatu, saling mengalirkan panas gejolak sebelum menggumpal membeku yang menyesakkan dada, mengaburkan pikir. Menggigil seluruh tubuh saat itu, ketika panas tak lagi tertahankan, semua jadi kebekuan.
Ul, saat ku merindumu dalam rindu sahabat untuk berbagi, serasa sepi seluruh bumi, lidah kelu terkunci. Segala hal yang mesti dibagi, menumpuk menekan dalam diri. Tinggal sunyi, menahan beban hampir meledak dalam dada, menyesakkan pikiran, menyempitkan wawasan, menyumbat aliran kecerdasan.
Ul, ku merindumu sebagai apapun yang melengkapi diri, tak mungkin mampu ku ganti, tak bisa dialihkan, tak bisa ku belokkan...

Jumat, 27 Mei 2011

isteriku

Ul, apa lagi yang mesti ku tuliskan untuk ungkap rindu padamu. Kata tak lagi mampu mewakili rasa. Kalimat hanya akan menyempitkan makna. Gelora rinduku padamu, hanya mampu dijawab oleh satu kata KETEMU, tak peduli ketemu di mana, bagaimana, kapan.
Kadang benar-benar merasa sendiri, sepi, tanpa teman untuk berbagi. Ul, ketidak bersamaan denganmu sungguh mencerabut akar hatiku. hampa, sunyi, senyap.

hanya itulah bahasa rinduku padamu, yang mampu ku tuliskan untukmu. tidak untuk mewakili apa-apa, tidak untuk mengungkapkan apa-apa. hanya berkata, hanya menulis, hanya memberitahu

aku rindu padamu, sungguh rindu padamu

Senin, 23 Mei 2011

rindu Lana

seperti rinduku padamu, mungkin seperti itu juga Lana merindumu, ibunya. Cuma mungkin ia belum bisa bicara, belum bisa ungkapkan apa yang dirasa. kadang ku lihat wajah kecilnya gelisah, seperti tak mengerti apa yang diinginkannya. Saking bingungnya kadang ia tak mampu kalahkan kantuknya, dan tiap tawaran untuk melihat video atau fotonya bersamamu, ia pasti kan menerimanya.
kadang menangis sendiri, tak tahu mesti harus bagaimana. menatap wajah mungilnya, rasakan gelisah yang tiba-tiba melandanya,
Ul, ku harap engkau hadir dalam mimpi-mimpinya, membimbing dalam tidurnya, hingga tak pernah ia rasa tiada bunda....
trima kasih untukmu kekasihnya, belahan abadi jiwaku, puisi yang membentangkan duniaku

Kamis, 19 Mei 2011

sayang

kadang terpikir untuk berhenti. Tidak lagi melangkah untuk mengejar mimpi. Serasa lelah menatap hari. Tapi tiap kali ku mengingatmu, akan mimpi dan anganmu. Tak mungkin aku berhenti, tak mungkin kuakhiri langkah yang telah kita mulai. Tak ku biarkan lelah kalahkah hati.
Ku ingin hanya kembali mengingatmu, segala tentang dirimu. Ku hanya ingin rasakan kembali, percikan semangat yang pernah membakar kita. Ku hanya ingin nikmati kembali kebersamaan dalam asa dan canda. Bersamamu, denganmu, dalam jiwa dan sukma

Rabu, 30 Maret 2011

hanya padamu mampu ku labuhkan rindu
 untukmu segenap rasa
dan bersamamu kurasakan kemegahan cinta

Rabu, 16 Maret 2011

hai

ul, selalu merindumu saepanjang waktu. kadang sepi, sendiri, tak tahu mesti ke mana berbagi.
ul, bantu aku agar mampu jalani semua, lewati segala, raih apa yang pernah kita rencanakan.
ul, kau tahu apa yang kurasa. kau tahu arti dirimu padaku.
ul, rindu kadang memerindingkan tengkukku, malam sunyi sepi hampa.
ul, semoga mampu ku jalani hari-hariku

Senin, 21 Februari 2011

how are you today, my wife...

Ul, how are you today? I believe you're always in good condition, better and more better. Ul, sekarang Lana sudah semakin berkembang, banyak hal yang kadang susah tak jelaskan kepadanya,. semakin banyak pertanyaan yang kadang membuatku, membuatmu, membuat kita tertawa, kadang juga buat bingung bagaimana menjelaskannya. Ul, kadang aku merasa Lana benar-benar merindumu, merindu ibunya. Mohon padamu seringlah jenguk ia, dalam mimpi maupun dalam rasa. Biar ia rasa ibunya selalu bersama....