begitu sesak ku rasa
menggumpal di benak dan dirasa
begitu banyak yang ingin
ku cerita
padamu tentang segala
namun,
saat ini tak mampu ku ucap sepatah kata
hanya bersamamu yang ingin ku kulakukan
hanya dengan ku inginkan saat ini
tak perlu bicara
tak perlu cerita
hanya bersama
merasakan segala gemuruh
menikmati semua teduh
hanya denganmu
biarlah segala cerita terlantar sia
nanti sajalah aku cerita
setelah gemuruh menjadi reda
setelah teduh selimuti jiwa
Jumat, 21 Oktober 2011
Rabu, 19 Oktober 2011
hari ini
ul, maaf jika terlena dalam langkah, bukan untuk melupakanmu karena tak mungkin aku mampu.
ul, aliran ini terlanjur menyatu denganmu, bergerak bersama ingin dan anganmu. tapi sungguh memang kadang sangat rindu, bersama dalam tarik nafas menggebu
ul, aliran ini terlanjur menyatu denganmu, bergerak bersama ingin dan anganmu. tapi sungguh memang kadang sangat rindu, bersama dalam tarik nafas menggebu
Senin, 10 Oktober 2011
curhat
Ul,aku yakin engkau dalam keadaan baik insya Allah selalu dalam keadaan baik dan dalam limpaharan rahmat-Nya. Amin.
Ul, engkau tahu betapa aku kini merasa sangat iri dengan mereka. Tiap istirahat, habis sesi atau bahkan tiap sore setelah pulang dari seharian penat materi, ada orang-orang yang dapat mereka curahi segala keluh kesah, semua rasa bahagia, setiap kisah yang terjadi dalam tiap sesi yang mereka ikuti. Dapat berbagi, mempunyai tempat untuk sekedar bercerita mengurangi kepenatan hari. saling support untuk saling menguatkan hati.
Ul, aku benar-benar iri dengan mereka, ingin aku berontak ketika mereka dengan begitu hangatnya menyata istri, suami atau bahkan anak mereka. seringkali kurasakan sesak luar biasa di dada ketika dengan riangnya mereka bercerita tentang apa yang terjadi, tentang segala kepenatan, tentang setiap hal mungkin bahkan tak perlu diceritakan.
Ul, bahkan aku tak mampu untuk menekan nomor lalu menghubungi rumah untuk sekedar menyapa Lana. Belum kuat rasanya hati untuk berbicara dengannya sementara masih 8 hari aku mesti meninggalkannya. aku bahkan merasa ini terlalu lama baginya untuk berada jauh dariku.
Ul, aku benar-benar merindumu. untuk berbagi denganmu, bercerita tentang apapun yang sedang terjadi, setiap keriangan, setiap kepenatan, setiap kekhawatiran hanya ingin kubagi denganmu. karna tak seorangpun yang layak bagiku sebagai tempat berbagi selain denganmu. karena engkaulah hatiku, engkaulah jiwaku, engkaulah bagian dari diriku.
Ul, tolong mampirlah kemari, jenguk hati yang lagi merindumu.
Ul, ..........
Ul, engkau tahu betapa aku kini merasa sangat iri dengan mereka. Tiap istirahat, habis sesi atau bahkan tiap sore setelah pulang dari seharian penat materi, ada orang-orang yang dapat mereka curahi segala keluh kesah, semua rasa bahagia, setiap kisah yang terjadi dalam tiap sesi yang mereka ikuti. Dapat berbagi, mempunyai tempat untuk sekedar bercerita mengurangi kepenatan hari. saling support untuk saling menguatkan hati.
Ul, aku benar-benar iri dengan mereka, ingin aku berontak ketika mereka dengan begitu hangatnya menyata istri, suami atau bahkan anak mereka. seringkali kurasakan sesak luar biasa di dada ketika dengan riangnya mereka bercerita tentang apa yang terjadi, tentang segala kepenatan, tentang setiap hal mungkin bahkan tak perlu diceritakan.
Ul, bahkan aku tak mampu untuk menekan nomor lalu menghubungi rumah untuk sekedar menyapa Lana. Belum kuat rasanya hati untuk berbicara dengannya sementara masih 8 hari aku mesti meninggalkannya. aku bahkan merasa ini terlalu lama baginya untuk berada jauh dariku.
Ul, aku benar-benar merindumu. untuk berbagi denganmu, bercerita tentang apapun yang sedang terjadi, setiap keriangan, setiap kepenatan, setiap kekhawatiran hanya ingin kubagi denganmu. karna tak seorangpun yang layak bagiku sebagai tempat berbagi selain denganmu. karena engkaulah hatiku, engkaulah jiwaku, engkaulah bagian dari diriku.
Ul, tolong mampirlah kemari, jenguk hati yang lagi merindumu.
Ul, ..........
Label:
ul
Jumat, 07 Oktober 2011
sayang, aku merindumu lagi
Ul, tiba-tiba rindu menyerang di pagi ini. Bergetar hati, menggigil tubuh, merindu hadirmu di hari-hariku. Segala kenangan, setiap keindahan, tiap jengkal perjalanan kembali melintas, bermain-main dalam pikiran, mengiris setiap lapis kepedihan yang belum juga tersembuhkan.
Ul, merindumu adalah salah satu nikmat terbesar yang dianugerahkan padaku, sekaligus juga kegelisahan yang terlalu sering dapat tertahankan.
Ul, merindumu adalah salah satu nikmat terbesar yang dianugerahkan padaku, sekaligus juga kegelisahan yang terlalu sering dapat tertahankan.
Label:
ul
Minggu, 02 Oktober 2011
ketika kata tak lagi bermakna
kerinduan,
sesuatu yang tak lagi mampu ku ungkapkan
getar dahsyat yang tak lagi mampu ku uraikan
gejolak yang tak lagi mampu ku wakilkan
pada huruf
pada kata
pada kalimat
tinggal rasa
makna tanpa kata
arti tanpa bunyi
rasa cinta,
menghilangkan seluruh kata
melenyapkan segenap simbol
mendangkalkan setiap makna
cukup rasakan
getaran,
aliran,
gelombang badainya
padamu,
ku serahkan
tak ada akal
tak ada pikir
tak ada nalar
hanya jiwa
hati
dan sukma
sesuatu yang tak lagi mampu ku ungkapkan
getar dahsyat yang tak lagi mampu ku uraikan
gejolak yang tak lagi mampu ku wakilkan
pada huruf
pada kata
pada kalimat
tinggal rasa
makna tanpa kata
arti tanpa bunyi
rasa cinta,
menghilangkan seluruh kata
melenyapkan segenap simbol
mendangkalkan setiap makna
cukup rasakan
getaran,
aliran,
gelombang badainya
padamu,
ku serahkan
tak ada akal
tak ada pikir
tak ada nalar
hanya jiwa
hati
dan sukma
ceritaku
Ul, lagi suntuk banget hari ini, ga da pa-pa, semua pekerjaan hari ini telah selesai, tapi aku malah kembali masuk dalam dunia sepi, tinggal hampa menemani.
Kadang terpikir untuk tidak pulang, bawa motor entah kemana, mencoba mencari keramaian untuk tutupi kesepian dalam diri, tapi selalu ae ingat Lana lagi main, so akhire ya pulang juga, tapi ketika sampai rumah dan Lana ga da di rumah, entah main entah pergi seperti saat ini, maka tanpa daya langsung ae terseret dalam pusaran kesepian yang kadang sangat menyakitkan, kadang sangat tak tertahankan. segalanya lenyap, tak ada suara, tak ada hembusan, tak ada kesejukan, hanya sunyi, sepi, hampa. hanya panas, gersang, meranggas. hanya kering, kerontang.
Ul, kadang kemarahan tak juga mampu ku kendalikan, ketika segala sesuatu berjalan tidak sesuai harapan, ketika tiap langkah hanya menghasilkan kekecewaan. kembali meranggas dalam ketak berdayaan. tak ada lagi yang meredam kemarahan ketika sampai di rumah, tak ada lagi yang menyiram kesejukan saat kegerahan menyerang di balik apa yang tampak di luaran.
Ul, ku semakian saja ku rasakan betapa engkau sangat aku butuhkan. untuk menemani, mendampingi, mengingatkan, mendamaikan, menyejukkan, menggairahkan.
Ul, ah....
Kadang terpikir untuk tidak pulang, bawa motor entah kemana, mencoba mencari keramaian untuk tutupi kesepian dalam diri, tapi selalu ae ingat Lana lagi main, so akhire ya pulang juga, tapi ketika sampai rumah dan Lana ga da di rumah, entah main entah pergi seperti saat ini, maka tanpa daya langsung ae terseret dalam pusaran kesepian yang kadang sangat menyakitkan, kadang sangat tak tertahankan. segalanya lenyap, tak ada suara, tak ada hembusan, tak ada kesejukan, hanya sunyi, sepi, hampa. hanya panas, gersang, meranggas. hanya kering, kerontang.
Ul, kadang kemarahan tak juga mampu ku kendalikan, ketika segala sesuatu berjalan tidak sesuai harapan, ketika tiap langkah hanya menghasilkan kekecewaan. kembali meranggas dalam ketak berdayaan. tak ada lagi yang meredam kemarahan ketika sampai di rumah, tak ada lagi yang menyiram kesejukan saat kegerahan menyerang di balik apa yang tampak di luaran.
Ul, ku semakian saja ku rasakan betapa engkau sangat aku butuhkan. untuk menemani, mendampingi, mengingatkan, mendamaikan, menyejukkan, menggairahkan.
Ul, ah....
Label:
ul
Langganan:
Postingan (Atom)