Ul, selalu saja ada hal baru tiap kali mengunjungimu. Meski kini tak lagi kulihat mekar bunga di atas pusara, karena tangan-tangan yang lagi jumawa.
Ul, di bawah sana hatiku berada, cintaku bersemayam bersama jiwamu yang menunggu rehat jasadmu, dalam rangjang sederhana dalam pusara, berhias bunga yang tak mungkin ada di atas pusara.
Ul, di atas pusara kembali kutabur bunga rangkaian do'a, semoga semerbak menembus pusara, menabur wangi di ranjang di mana raga berada.
Ul, semakin tak ku mengerti akan cinta, kecuali kebersamaan dua jiwa, menyatu dua sukma dalam satu cinta.
Ul, inilah cinta, anugerah terbesar sang Maha Segala, memantul dari Sejati Cinta.
Tak peduli aku orang berkata apa,
Tak peduli aku orang memandang bagaimana,
Tak peduli aku segala suara,
ku ingin hanya rasakan cinta
nikmati agungnya
bersamamu selamanya
Kamis, 13 September 2012
Rabu, 12 September 2012
Bagaimana menurutmu?
Ul, aku percaya bahwa apa yang ada di hati kita, menyatu dan berpadu, tak kan pernah bisa sirna--kecuali Ia menghendakinya. Aku percaya abadi sejati hanyalah Ia sang Pemilik Segala, namun cinta dan jiwa kita aku yakin juga abadi dalam pengertian manusiawi kita (sepanjang hidup dunia kita).
Ul, aku yakin rinduku padamu bukan rindu pada kehampaan, bukan rindu tanpa dasar, bukan rindu tanpa alasan. Gelisah, resah, gundah dan segala perasaan tak mengenakkan dan tak menentu ini pastilah ditanamkan dalam diriku bukan tanpa maksud dan tujuan. Pasti ada kehendak yang berjalan di dalamnya. Pasti ada takdir yang mengalir di dalamnya. Dan pasti semua mengalir dari-Nya. Berasal dari-Nya. Menuju titik sempurna peran kita sebagai manusia.
Ul, kadang mulai ku rasakan kebangkitan jiwamu dalam jiwa lainnya, dan jika benar apa yang ku rasa, aku pun yakin bahwa jalan kita untuk kembali bersama semakin terbuka. Ia pasti telah merencanakan sesuatu untuk kita. Gelora rindu ini Ul, tak mungkin begitu menggelora jika hanya berakhir pada hampa. Resah, gundah ini Ul, tak mungkin ditanam dalam jiwa jika hanya berakhir pada kecewa.
Ul, jika benar apa yang kurasa, mungkin ku harus mulai merindumu dengan cara berbeda. Kerinduan yang mesti tak lagi memaksakan, kerinduan yang senantiasa indah dalam kegelisahan, kekhawatiran. Kerinduan yang akan selalu terbungkus dengan penyebutan asma Tuhan.
Ul, selalu ku coba yakinkan diri, bahwa apapun yang terjadi pasti berasal dari-Nya. Seluruh kisah kita pasti juga mengalir karena-Nya. Sedih bahagia, duka suka, kecewa gembira, resah tenang, gelisah damai, semua pasti juga atas kehendak-Nya.
Ul, kali ini aku mencoba untuk meyakini bahwa segala kegelisahan ini, segala keresahan ini, segala kerinduan ini tak lebih dari salah satu cara yang dipilih-Nya agar aku senantiasa mengingat dan bersimpuh di hadap-Nya.
Dan tentunya, aku mesti mensyukurinya. Benar kan Ul?
Aku merindumu seperti malam merindu bulan, aku mencintamu seperti langit mencintai bumi....
Label:
padamu
Rabu, 05 September 2012
curhat lagi, curhat lagi
Ul, aku ga tahu apakah rasa jengkelku ini benar-benar keluar dari kekecewaan atas sesuatu atau hanya merupakan salah satu faktor pemicu?. Aku ga tahu apakah emosi yang tak terkendali ini benar-benar karena kemarahanku karena merasa dilecehkan atau pelecehan itu hanya sekedar pemicu gejolak yang bergulung-gulung di hatiku.
Ul, tiba-tiba aku ingat konsep psikologi Freud bahwa salah satu faktor paling kuat dalam motif tindakan manusia adalah faktor libido (seksualitas). Menurut Freud, libido seksual menjadi pendorong utama bagi alasan tindakan dan perbuatan manusia. Segala tindakan pada dasarnya merupakan langkah yang dilakukan dengan mendapat pemenuhan atas hasrat seksual manusia.
Konyol, itulah dulu yang terpikir olehku. Karena menurutku, kebutuhan dasar manusia yang utama bukanlah sekedar seks, namun lebih pada rasa ingin untuk diakui, dihormati. Memang benar bahwa seks merupakan salah satu basic need bagi manusia, sebagaimana bagi makhluk hidup lainnya. Tapi manusia memiliki kompleksitasnya sendiri. Ia bukan sekedar makhluk ragawi, namun ia juga makhluk ruhani. Dorongan-dorongan terbesar dalam diri manusia untuk berkembang, berkreasi dan menciptakan teknologi tidaklah semata-mata dimaksudkan untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan ragawi, namun juga demi kepuasan ruhani.
Ul, tidak terpikir olehku pada ada masanya libido seksual begitu menguasai pikiran dan perasaan. Libido seksual mengambil alih kendali sehingga dalam setiap tindakan, ucapan dan perbuatan, gelora birahi benar-benar mematikan akal dan hati.
Ul, mungkin orang-orang yang lama berada dalam didikan pesantren akan mengatakan bahwa ketika libido seksual begitu menguasai akal dan pikiran, maka jalan yang bisa dilakukan untuk menetralkannya adalah berpuasa. Dengan berpuasa pikiran kita akan hal-hal buruk (termasuk seksualitas yang seringkali dikategorikan sebagai pikiran negatif) akan dapat dikendalikan dan diredam.
Dan Ul, kamu tahu. Benar-benar aku tidak dapat percaya itu, karena menurutku sebagai sebuah kebutuhan pokok (basic need), seks menjadi kebutuhan yang mengalir dalam darah, bergerak bersama nadi dan bukan merupakan pelanggaran terhadap aturan ilahi.
Lagi pula Ul, sampai sekarang aku tetap merasa puasa atau ibadah apapun yang dilakukan dengan alasan-alasan tertentu (entah itu karena ingin sesuatu atau menghindari sesuatu) merupakan sebuah tindakan yang melawan naturalitas ibadah itu sendiri. Artinya, ibadah mestinya dilakukan hanya sebagai bentuk ketundukan kepada Tuhan, usaha untuk mendekatkan diri hanya kepada Tuhan, bukan alat yang dapat kita gunakan untuk memaksa Tuhan memenuhi keinginan kita, tidak pula merupakan alat untuk memaksa Tuhan agar mencabut segala naturalitas yang ada dalam diri kita (termasuk kebutuhan akan seks) hanya karena kita menganggapnya sebagai hal negatif.
Ul, dalam minggu-minggu ini aku memang menjadi lebih sensitif, lebih mudah tersinggung, lebih mudah marah, lebih sering tidak mampu mengendalikan diri. Seringkali pula, pada malam atau fajar aku merasakan dingin menjalar ke sekujur badan, dingin luar biasa. Aku berpikir mungkin ini karena musim kemarau yang biasanya memang dingin, namun ada saat ketika dingin menjalar bersama dengan getar yang menggigilkan.
Ul, tak bisa kuingkari untuk berpikir bahwa salah satu kemungkinan mengapa semua berjalan tidak sesuai harapan, mengapa segala sesuatu seakan tidak mampu terkendalikan, mungkin saja karena libido seksual yang ada dalam dirinya sedang berada dalam puncak gejolaknya, menuntut pemenuhan yang hingga sekarang belum juga mampu ku temukan jalan keluar.
Kadang memang seakan tak tertahankan, kadang memang terpikir untuk memuaskannya melalui berbagai alternatif yang dapat aku temukan, namun sayangnya tak ada satu alternatifpun yang sampai sekarang dapat aku lakukan. Di tiap alternatif selalu saja ada sesuatu yang sampai sekarang tak mampu aku lewati, tak mampu aku langgar.
Ul, temani aku sayang, bantu aku melewati hari-hari penuh gejolak tertahan.
Ul, aku mencintamu seperti siang mencintai terang, aku merindumu seperti kerontang merindu hujan.......
Senin, 03 September 2012
Selasa, 28 Agustus 2012
Jumat, 24 Agustus 2012
menunggu jawabmu...
karena...
ku anggap engkau
ada di dalamnya
sebab...
ku kira engkau
bersamanya
karena...
seperti ku rasakan dirimu
dalam dirinya
sebab...
seperti ku dengar denyutmu
dalam denyutnya
ku anggap engkau
ada di dalamnya
sebab...
ku kira engkau
bersamanya
karena...
seperti ku rasakan dirimu
dalam dirinya
sebab...
seperti ku dengar denyutmu
dalam denyutnya
Label:
ul.....
Kamis, 23 Agustus 2012
speakless
Ul, I'm speakless. Aku gak bisa berkata-kata lagi. Ul, benar-benar tak tahu bagaimana aku mesti bicara, bagaimana mesti aku bercerita, bagaimana mesti aku mengungkapkannya.
Ul, it's truly speakless. Benar-benar gak dapat bicara, benar-benar gak bisa cerita, tak tahu bagaimana dan darimana memulainya.
It's truly speakless.
Ul, it's truly speakless. Benar-benar gak dapat bicara, benar-benar gak bisa cerita, tak tahu bagaimana dan darimana memulainya.
It's truly speakless.
Langganan:
Postingan (Atom)