mestikah kembali ku urai kata tuk sekedar mengagumimu...
mengurai rindu yang semakin mendayu
membeber cinta yang tak pernah reda melimpahiku
ah....
atau kembali bercerita segala rasa
berbagi kisah sepanjang masa
menaut jiwa mentertawakan duka
Tampilkan postingan dengan label rindu padamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rindu padamu. Tampilkan semua postingan
Rabu, 30 April 2014
Jumat, 13 September 2013
..dan akhirnya....hanya rindu...
Ul, sangat banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu. Begitu banyaknya hingga seakan ketika aku hendak bercerita padamu bukan satu huruf yang muncul untuk mengawali, namun lebih dari lima huruf muncul untuk berebut menjadi huruf pembuka ceritaku, dan akhirnya aku pun tak mampu bercerita apa-apa.
Namun satu hal yang aku tahu pasti Ul, aku sangat merindumu. Hanya itu pada akhirnya yang bisa aku ucap dalam ceritaku kali ini.
Aku sangat merindumu dalam tiap tarik nafasku
aku sangat merindumu dalam tiap denyut yang mendetak jantungku
aku sangat merindumu dalam tidur dan sadarku
aku sangat merindumu hingga semua menampilkan siluetmu
aku sangat merindumu hingga semua cerita tentangmu menggelombang menghantam
dinding memoriku
aku sangat merindumu hingga kembali ku sebut namamu sebelum dan setelah penyebutan Asma Tuhanku
aku sangat merindumu dalam getar suara yang mendesah dari jiwaku
aku sangat merindumu dalam tatap sendu mata rinduku
aku sangat merindumu hingga seluruh utuh dirimu hadir dalam setiap jengkal peristiwaku
aku sangat merindumu hingga sepi sunyi relung-relungku
aku sangat merindumu hingga aku tak bisa berkata apa-apa lagi
aku sangat merindumu hingga aku hanya bisa berkata aku rindu padamu kekasihku...
Label:
merindumu,
rindu padamu
Jumat, 09 November 2012
Ul, masih saja seperti dulu (rinduku padamu)
Ul, kembali rindu padamu. Rindu yang selalu menderu, tak ada surut bahkan semakin besar. Detak-detak kegelisahan yang membahagiakan.
Ul, kadang memang benar-benar tak tertahankan. Benar memang perbedaan alam bukan merupakan penghalang kebersatuan jiwa, bahwa jiwa akan mampu melintasi perbedaan dimensi, namun kadang hadirmu secara raga tetap saja merupakan kerinduan yang menggetarkan, membuatku kadang kehilangan segala akal dan kewarasan, ya akal dan kewarasan. Dua hal yang mungkin hanya ada ketika jiwa masih berada dalam kungkungan raga.
Ul, seperti malam ini, benar-benar ku kembali merindu hadir nyatamu. Ya aku tahu, tak mungkin itu. Tapi rindu tetaplah rindu, keluar dari segala bentuk nalar. Rindu adalah anugerah terindah yang hadir bersama dengan anugerah cinta.
Ul, tak tahu lagi aku apa yang mesti ku tulis untuk sekedar mengungkapkan rinduku padamu, rindu pada keberpaduan jiwa kita, yang kadang sangat sulit aku lakukan karena jiwaku masih berada dalam rengkuhan raga.
Ul, tak ada lagi kata untuk ungkapkan kerinduanku, tak ada kalimat untuk jelaskan betapa aku sangat merindumu, tak ada lagi syair yang mampu mengkiaskan gelombang kegelisahanku, tak ada lagi....
Tapi yang pasti Ul, aku rindu padamu, jiwa dan ragaku. Dan aku bersyukur untuk itu. Bersyukur karena Ia Sang Pemilik Segala masih tetap menanam rasa rindu di hatiku, tetap memelihara rasa cinta dalam jiwaku, tetap memperkenankan kita bersatu berpadu dalam jiwa.
Aku merindumu, jiwa dan ragaku. Love you so much as always....
Label:
rindu padamu
Kamis, 20 September 2012
kembali merindu
kembali hari-hariku merindumu
mengharap wujud dalam nyataku
Ul, kembali ku merindumu, mengharap wujud hadir di hadapku. Kembali bertukar cerita, kembali tertawa bersama, kembali mengulum senyum untuk tiap kisah lucu yang terluncur, kembali bertukar ide dan pikiran, merangkai angan dan impian, merajut masa depan.
Ul, hari-hari merindumu hadir kembali, menanti wujud nyatamu di sisiku. Menatap tedur pancar matamu, nikmati sungging senyum dan deret gigimu, pandangi wajah yang tak pernah bikin jemu, belai rambut yang tak pernah kurang dari sebahu.
Ul, kembali ku merindumu, mengharap wujud dalam nyataku. Mungkin suatu waktu kau kembali dampingiku, meski dalam wujud 'baru'mu.
Ul, kembali merindumu di sisa hariku, menggelayut badan berat melangkah, mengajak duduk muka tertuntuk, terpekur selami hati yang lagi sendiri.
Ul, tunggu aku di tilam cahyamu, biar ku bakar raga mayaku, biar membiar cahya sukmaku menujumu.....
peluk cium selalu untukmu, belahan jiwa amanah Tuhanku....
Label:
rindu padamu
Jumat, 10 Agustus 2012
ketika rindu
Ul, entahlah, kadang aku merasa hampir merindunya seperti aku merindumu.
kadang sangat terasa bagiku engkau benar-benar kembali hadir dalam dirinya.
kadang benar-benar kutemukan dirimu dalam dirinya....
Ul, kadang rindu benar-benar menyiksaku, menumpulkan segala pikir dan otakku, membekukan semangat dan gairahku, menggigilkan seluruh sendi-sendiku.
Ul, aku merindumu, benar-benar merindumu, dan selalu saja begitu....
kadang sangat terasa bagiku engkau benar-benar kembali hadir dalam dirinya.
kadang benar-benar kutemukan dirimu dalam dirinya....
Ul, kadang rindu benar-benar menyiksaku, menumpulkan segala pikir dan otakku, membekukan semangat dan gairahku, menggigilkan seluruh sendi-sendiku.
Ul, aku merindumu, benar-benar merindumu, dan selalu saja begitu....
Label:
rindu padamu
Sabtu, 06 Agustus 2011
lg kangen
Ul, ku merindumu luar biasa. Begitu hebat seperti saat kita belum bersama. Begitu mendesak dada, begitu menggelisahkan, begitu benar menekan dada.
Ul, ku merindumu luar biasa. Begitu hebat hingga hanyutkan semua. Begitu kuat menekan segala rasa.
Ul, ku merindumu luar biasa. Hingga tak ada kata tuk ungkapkan rasa.
Ul, ku merindumu luar biasa, tak ada tempat bagi lainnya.
Ul, ku merindumu luar biasa, hingga hari ini pun hatiku kacau seperti masa-masa ketika kebersamaan masih impian kita.
Ul, ku merindumu luar biasa. Biarlah kacau saja hariku, aku hanya ingin menikmatinya…
Ul, ……..
Ul, ku merindumu luar biasa. Begitu hebat hingga hanyutkan semua. Begitu kuat menekan segala rasa.
Ul, ku merindumu luar biasa. Hingga tak ada kata tuk ungkapkan rasa.
Ul, ku merindumu luar biasa, tak ada tempat bagi lainnya.
Ul, ku merindumu luar biasa, hingga hari ini pun hatiku kacau seperti masa-masa ketika kebersamaan masih impian kita.
Ul, ku merindumu luar biasa. Biarlah kacau saja hariku, aku hanya ingin menikmatinya…
Ul, ……..
Label:
rindu padamu
Langganan:
Postingan (Atom)