Sabtu, 06 Agustus 2011

sungguh kangen pakai banget lagi

Ul, menangis adalah jalan terakhirku ketika tak lagi mampu ku tahan beban kerinduan yang menghimpit dadaku. Nengalirkan air mata adalah hal paling akhir ketika tak mampu lagi ku hibur hatiku. Ketika bertemu denganmu menjadi sebuah kemestian, keniscayaan.

Ul, kadang serasa terlalu sempit hati ini saat rindu begitu menggebu. Saat gelora begitu menggila. Serasa tiada guna seluruh  pertahanan  jiwa. Tak ada tempat lagi untuk berbagi, tak mungkin dapat ku bagi beban  rindu ini. Semua hanya untukmu. Anugerah terindah dari Tuhanku.

Ul, menangis adalah caraku ketika kata telah kehilangan makna. Air mata adalah sungai kecil yang bermuara di hatiku untuk mengalirkan rindu saat dinding hati tak lagi mampu menahan gulungan gelombangnya.

Ul,hari ini segenap rasa, hati, dan jiwaku penuh denganmu. Kasih, cinta, rindu sepenuh seluruh untukmu. Biarlah hari ini ku lalui hanya untuk menikmati rinduku padamu. 

Ul, seluruh dekap cintaku terlalu rindu untuk mendekapmu.

Ul,ah… engkau pasti tahu seluruh aliran ini, gelombang ini, cinta ini, rindu ini, rasa ini….

Semoga Ia yang Maha Segala segera menunjukkan jalan bagi kebersamaan kita. Amin.

lg kangen

Ul, ku merindumu luar biasa. Begitu hebat seperti saat kita belum bersama. Begitu mendesak dada, begitu menggelisahkan, begitu benar menekan dada.

Ul, ku merindumu luar biasa. Begitu hebat hingga hanyutkan semua. Begitu kuat menekan segala rasa.

Ul, ku merindumu luar biasa. Hingga tak ada kata tuk ungkapkan rasa.

Ul, ku merindumu luar biasa, tak ada tempat bagi lainnya.

Ul, ku merindumu luar biasa, hingga hari ini pun hatiku kacau seperti masa-masa ketika kebersamaan masih impian kita.

Ul, ku merindumu luar biasa. Biarlah kacau saja hariku, aku hanya ingin menikmatinya…

Ul, ……..

Jumat, 29 Juli 2011

sayang

ul, kangen banget. semua kembali mengemuka tatkala kembali mengaduk-aduk video di harddisk. video drumband, display anak-anak, latihan drumband dan pentas terakhir drumband di lapangan. Semua mengingatkan jejak-jejakmu, memantulkan bayangan dirimu, bukti kerja keras bersama.
ul, kangen banget lagi. kangennnnnnn bangeeeeeeeeeeeeeet

Minggu, 17 Juli 2011

kadang ragu

Hai Ul, nisfu sya'ban--biasanya Yaasin tiga kali setelah shalat magrib, iya kan? masih kulakukan kok.
Ul, kadang aku benar-benar takut tidak mampu memberi Lana apa yang mesti ia dapatkan. Mendidik, mengajar, membekali dengan segala kebutuhan menghadapi zamannya. Kadang aku ragu akan kemampuanku untuk melapangkan jalan bagi perkembangan Lana, perkembangan fisik maupun psikisnya.
Ul, tahun ini Lana mulai sekolah, meski masih belum kenal betul gunanya sekolah.
Lucu--mungkin kamu juga akan tertawa--hari pertama masuk ga sampai istirahat udah minta jajan dan langsung pulang, ga mau masuk lagi. Hari kedua sukses sampai akhir setelah istirahat beli kembang api.
Ul, ku rindu selalu bersamamu, sharing ide, bikin rencana, buat agenda, kejar mimpi, wujudkan angan.
Ul, semoga engkau sejahtera dan damai selalu, nyenyak dalam tidur panjangmu, di ranjang semerbang bunga mewangi, hingga bangkit di akhir penantianmu.

Rabu, 06 Juli 2011

isteriku,....


Ul, benar-benar sepi ku rasa hari ini. Tak ada perayaan, tak ada yang ribut merencanakan liburan, tak ada yang memilih tempat untuk sekedar makan. Benar-benar sunyi hari ini, tak ada belaian, pelukan, apalagi ciuman.
Ul, semakin terasa betapa perpisahan begitu menyakitkan, betapa kesendirian begitu menyeramkan, betapa kebersamaan begitu berharga dan tak terbayarkan.
Kadang masih saja air mata tak mampu ku tahan. Nyeri masih begitu terasa di hati. Sakit masih begitu terasa di jiwa. Sunyi hampa tanpa canda, sepi sendiri tanpa belahan diri.
Benar memang semua adalah takdir yang telah ditetapkan. Benar pula bahwa garis ketetapan tak ada yang mampu membelokkan. Tapi menerima semua takdir bukan berarti tidak lagi merasakan sakit dan pedih bukan?
Menerima bahwa segala peristiwa adalah hal terbaik yang mesti terjadi pada tiap diri bukan berarti tidak ada luluh lantak dalam diri ketika peristiwa begitu berbeda dengan yang diangan bukan?
Ul, semakin rindu ku padamu, semakin yakin akan maknamu bagiku. Semakin mengalir deras inginku bersamamu semakin yakin ku akan takdirmu bagiku.
Inilah anugerah terindah bagi jiwa. Anugerah yang mampu membuatku mengharu biru, anugerah yang mampu membuatku berkobar menyala, anugerah yang mampu membuatkan dingin membeku, anugerah yang mampu membuatku menangis darah, anugerah yang mampu membuatku bagai tersayat sembilu, anugerah yang selalu membuat hatiku begitu megah, anugerah yang kadang seakan mendorongku untuk tertuntuk menyerah, namun sekaligus juga tegak menantang.
Ul, rinduku padamu adalah bukti keagungan anugerah cinta bagiku. Anugerah yang mampu membuat manusia menjadi malaikat sekaligus iblis dalam kehidupannya..............

Sabtu, 25 Juni 2011

Ul, rinduku padamu

sungguh ku sangat rindu padamu
bahkan mungkin terlalu rindu padamu

rindu akan hangat tubuhmu
                    peluk eratmu
                     belai lembutmu
                      kecup bibirmu
                     senyum indahmu
                    suara merdumu

sungguh ku sangat merindu
dan semakin terlalu merindu
                               padamu
rindu akan kobar semangatmu
                    ide-ide cerdasmu
                     kritik pedasmu
                     
sungguh ku sangat merindu
semakin bertambah sepanjang waktu
rindu akan hangat cintamu
                    sejuk kasihmu
                     gelora sayangmu
                       gelombang rindumu
                     damai bersamamu

sungguh ku sangat merindu
padamu selalu
puisiku
    kekasihku
       isteriku
          raniku
      Syarifa-ku
         Ulya-ku

ku merindu segala
    di dirimu
        ragamu
         jiwamu
           sifatmu
         caramu
Ul, mmmmmmmmmmmmmmm.....ah...........