Jumat, 10 Agustus 2012

ketika rindu

Ul, entahlah, kadang aku merasa hampir merindunya seperti aku merindumu.
kadang sangat terasa bagiku engkau benar-benar kembali hadir dalam dirinya.
kadang benar-benar kutemukan dirimu dalam dirinya....

Ul, kadang rindu benar-benar menyiksaku, menumpulkan segala pikir dan otakku, membekukan semangat dan gairahku, menggigilkan seluruh sendi-sendiku.

Ul, aku merindumu, benar-benar merindumu, dan selalu saja begitu....

Kamis, 09 Agustus 2012

hai,

Ul, kembali merindumu di tiap detikku. Dingin merambar sekujur badan, alirkan rindu akan kehangatan.
Ul, kembali merindumu untuk hadir di dekatku. Menggigil jiwa dan pikiran, membeku dalam penantian.
Ul, kembali merindumu di ujung hari. Menunduk dalam iri yang kadang tak terkendali
Ul, kembali merindumu dalam tiap jengkal langkahku. Sepi sunyi hingga seluruh sendi menjadi kaku
Ul, kembali merindumu di hati, pikir, dan nafasku.
Ul, semoga akhirnya aku mampu.....

Senin, 06 Agustus 2012

Ul, kembali kata tak lagi berdaya

Ul, selalu saja ada hal baru dalam setiap hadirmu. Kembali semua menjadi tak lagi terkatakan, hanya mampu untuk dirasakan. hanya bisa untuk diresapi.
Ada saja hal-hal indah yang engkau taburkan dalam tiap perjumpaan, hias asa dan harapan akan wujud dari segala yang pernah kita angankan.

Ul, ah................tak ada kata yang mampu mencerna, tak ada kalimat yang mampu mengungkap, tak ada bait yang mampu melukiskan. Ketika rasa begitu menyatu, membaur antara rindu, cinta, bahagia, sekaligus luka, duka.

Ul, ah.....sebenarnya ini sudah bukan lagi sekedar tentang kita, bukan lagi sekedar tentang rindu dan cinta kita, karna kini ini sudah menjadi tentang keagungan yang diabadikan dalam kita. Alasan penciptaan semesta. Alasan segala yang wujud ada...

Selasa, 31 Juli 2012

cinta dan rindu padamu

sepanjang waktu ku merindumu,
ku yakini sebagai anugerah Tuhanku

mencintamu di hari-hari sunyiku
ku yakini bagian dari nikmat Tuhanku

Segalanya berawal dari kehendak-Nya
segalanya berjalan berdasar iradah-Nya
dan
segalanya tentu berakhir atas kuasa-Nya

aku merindumu
  mencintamu
    menghias relungku dengan namamu

semoga bukan memujamu
semoga bukan menuhankanmu
semoga bukan mengagungkanmu
semoga semua hanya bentuk pantulan cinta
  dari Sang Maha Cinta

Jumat, 29 Juni 2012

bagaimana mesti

bagaimana mesti aku tidak menangis Ul, tak ada lagi bahu tempatku bersandar ketika beban pikiran begitu menekan, tak  lagi dada untuk menyembunyikan kepala yang sesenggukan.

bagaimana aku mesti tidak menangis lagi Ul, tak ada lagi sahabat yang setiap saat mendengarkan keluh resah dan gelisah, tak ada lagi suara-suara yang mententramkan jiwa saat keputus asaan mulai menjelma

bagaimana mesti aku tidal menangis Ul, engkau tahu mengapa aku masih saja menangis...

ul...

engkau ada dalam aliran darahku
      mengalir di seluruh nadiku
         mengisi detak jantungku
            menyatu dalam tarikan nafasku

namun,
tetap saja teramat sulit bagiku
   tuk temukanmu

Selasa, 26 Juni 2012

curhat

 Ul, ternyata masih terlalu mudah ku terbakar, iri masih begitu tinggi, mengukur diri terlampau tinggi.

Ul, ego yang bercampur emosi, sungguh sangat susah untuk dikendalikan. Iri yang bercampur kekecewaan, sungguh sangat sulit untuk disembunyikan. Dalam tiap kata yang mengalir hanya letupan-letupan dendam. Kesumat yang hampir tak tertahankan.

Ul, ah.....kadang iblis dalam diriku terlalu kuat menguasai, mengangungkan diri sendiri dengan merendahkan dan menistakan orang lain....

Ul, ah.....