padamu selalu akhir dari tiap pandanganku. untukmu ujung dari tiap langkahku. bagimu persembahan tiap usahaku.
Ul, aku tak tahu apakah ini salah atau benar. apakah ini dilarang atau dibolehkan. apakah ini kesyirikan ato bagian dari upaya mengesakan sang Maha Esa.
Ul, jelas bagiku bahwa detak ini, denyut ini, angan ini, mimpi ini, semua berawal darimu, berjalan bersamamu dan mungkin terwujudpun karenamu. Tidak ada keinginan untuk menyekutukan Ia yang tak mungkin disekutukan dengan apapun. Setidaknya itu yang aku yakini.
Ul, sering aku mengatakan cinta ini, rindu ini, kegilaan ini adalah salah satu anugerah terbesar bagiku. Kadang bahkan seperti tuhan baru bagiku. Namun bukankah tidak termasuk menyekutukan ketika aku menjalani semua ini dengan yakin bahwa semuanya berasal dari-Nya. semuanya atas perkenan dan kehendak-Nya.
Ul, ah...kadang kembali menjadi tak mampu bercerita lagi...membiarkan semua mengalir begitu saja, perih biarlah perih, pedih biarlah pedih, sedih biarlah sedih, menangis ya menangis sajalah...
Ul, eemmmmmmmmmmmm...aaaaaahhhhhhhhhh
Selasa, 06 September 2011
Minggu, 04 September 2011
Ul, I need U
Ul, betapa berartimu bagiku. bukan sekedar untuk menemaniku, bukan sekedar untuk mengisi hari-hariku, bukan sekedar untuk menyempurnakan kemanusianku, bukan sekedar untuk mengindahkan perjalanan hidupku.
Ul, betapa bermaknanya engkau bagiku. untuk mendampingi langkah-langkahku, untuk mengingatkan kecerobohanku, untuk mencerdaskan kebodohanku, untuk meluruskan penyimpanganku, untuk menguatkan ketakberdayaanku.
Ul, betapa aku merindumu. sebagai teman, sebagai kekasih, sebagai suami, sebagai laki-laki.
Ul, pasti engkau kini jauh lebih mampu mengerti aku. Di alammu kini, kau pasti lebih mampu menembus sekat-sekat hati untuk mengetahui apa yang tersimpan, tersembunyi, terahasiakan bagi tiap jiwa yang masih terkungkung raga.
Ul, betapa aku mencintamu, bukan hanya karena tubuh perempuanmu, namun lebih pada jiwa yang menggerakkan ragamu.
Ul, bukan aku hendak merayumu. Aku tahu kini engkau sudah tak perlu. Aku hanya mencoba menguatkan diriku agar tetap mampu melangkah maju.
Ul, betapa bermaknanya engkau bagiku. untuk mendampingi langkah-langkahku, untuk mengingatkan kecerobohanku, untuk mencerdaskan kebodohanku, untuk meluruskan penyimpanganku, untuk menguatkan ketakberdayaanku.
Ul, betapa aku merindumu. sebagai teman, sebagai kekasih, sebagai suami, sebagai laki-laki.
Ul, pasti engkau kini jauh lebih mampu mengerti aku. Di alammu kini, kau pasti lebih mampu menembus sekat-sekat hati untuk mengetahui apa yang tersimpan, tersembunyi, terahasiakan bagi tiap jiwa yang masih terkungkung raga.
Ul, betapa aku mencintamu, bukan hanya karena tubuh perempuanmu, namun lebih pada jiwa yang menggerakkan ragamu.
Ul, bukan aku hendak merayumu. Aku tahu kini engkau sudah tak perlu. Aku hanya mencoba menguatkan diriku agar tetap mampu melangkah maju.
Label:
ceritaku
Jumat, 02 September 2011
engkau menurutku
aku mengenalmu
sebatas apa yang aku tahu
tentangmu
aku mengerti dirimu
sebatas apa yang aku pahami
tentangmu
dan engkau jauh melebihi
segala pengetahuan dan pemahamanku
tentangmu
namun,
aku mencintamu
jauh melebihi segala pengetahuan dan
pemahamanku tentang cinta
jauh lebih indah melebihi selaksa kata
yang mampu ku susun untuk memuja
aku merindumu
jauh melampaui segala pengetahuan dan
pemahamanku tentang gelora
jauh melampaui segala resah yang mampu
ku rasa
sebatas apa yang aku tahu
tentangmu
aku mengerti dirimu
sebatas apa yang aku pahami
tentangmu
dan engkau jauh melebihi
segala pengetahuan dan pemahamanku
tentangmu
namun,
aku mencintamu
jauh melebihi segala pengetahuan dan
pemahamanku tentang cinta
jauh lebih indah melebihi selaksa kata
yang mampu ku susun untuk memuja
aku merindumu
jauh melampaui segala pengetahuan dan
pemahamanku tentang gelora
jauh melampaui segala resah yang mampu
ku rasa
Label:
isteriku
Kamis, 01 September 2011
hanya cerita saja
ul, ah..entahlah dari mana ku mesti mulai bicara, bercerita dan berbagi denganmu. Banyak hal berlaku, berjalan, terjadi. Banyak hal yang kadang serasa tak mampu ku taggung sendiri. Banyak hal yang mesti kuceritakan agar beban tak terlalu menekan dada dan perasaan.
ah, ul..., yang jelas tidak ada pengalaman yang sama dan sebuah perjalanan waktu. setiap peristiwa membawa perbedaannya masing-masing, yang ada hanya kemiripa-kemiripan yang dapat dijadikan acuan. setiap peristiwa menambah deretan panjang pengalaman hidup. semakin nyata bagiku betapa indah dan nikmat kebersamaan denganmu.
ah, ul...ku rindu padamu, selalu rindu padamu, tak ada ragu, tak perlu malu.
ul...ah...selalu kau lebih mengerti aku, selangkah lebih cepat dari pemahamanku tentang diriku....
ul...pokoke kangen banget lah...
ah, ul..., yang jelas tidak ada pengalaman yang sama dan sebuah perjalanan waktu. setiap peristiwa membawa perbedaannya masing-masing, yang ada hanya kemiripa-kemiripan yang dapat dijadikan acuan. setiap peristiwa menambah deretan panjang pengalaman hidup. semakin nyata bagiku betapa indah dan nikmat kebersamaan denganmu.
ah, ul...ku rindu padamu, selalu rindu padamu, tak ada ragu, tak perlu malu.
ul...ah...selalu kau lebih mengerti aku, selangkah lebih cepat dari pemahamanku tentang diriku....
ul...pokoke kangen banget lah...
Label:
ul
Senin, 29 Agustus 2011
....Ul
................ah, Ul, lagi-lagi tak ada kata yang mampu kutuliskan untuk melukiskan apa yang sedang aku rasakan. cinta, rindu dan seluruh rasa yang kini ada di dada, mengalir dalam darah, menyebar ke seluruh arah, berhembus bersama nafas kian lama kian menyesak dada.
Ul, kini tanpa kata kita bicara, tanpa suara kita bersambung rasa, biarkan segalanya bicara dalam diam karena kata telah kehilangan makna, suara telah kehilangan kekuatannya.
Ul, segalanya telah kuungkap dalam diam, dalam resah, dalam gerak langkah. kepadamu, ...kepadamu, ....kepadamu.
Ul, kini tanpa kata kita bicara, tanpa suara kita bersambung rasa, biarkan segalanya bicara dalam diam karena kata telah kehilangan makna, suara telah kehilangan kekuatannya.
Ul, segalanya telah kuungkap dalam diam, dalam resah, dalam gerak langkah. kepadamu, ...kepadamu, ....kepadamu.
Label:
ul
Senin, 15 Agustus 2011
ungkapkan segala
ku menciummu dengan segenap jiwaku
sepenuh cintaku
seluruh rinduku
ku menciummu sepanjang waktu
gelegak kasihku padamu
segala keindahan menyatu
sepenuh cintaku
seluruh rinduku
ku menciummu sepanjang waktu
gelegak kasihku padamu
segala keindahan menyatu
Minggu, 14 Agustus 2011
....................
..............................................................................................................................................................................................
........................................................
ya begitulah. hanya padamu kuceritakan semuanya. semoga engkau mengerti.
terima kasih asal setiap keindahan yang telah terukir bersamamu
........................................................
ya begitulah. hanya padamu kuceritakan semuanya. semoga engkau mengerti.
terima kasih asal setiap keindahan yang telah terukir bersamamu
Label:
ceritaku
Langganan:
Postingan (Atom)