Ul, benar bahwa seorang laki-laki tak akan pernah mampu menjadi seorang ibu. Bahkan untuk sekedar menyentuh perasaan sang anak, laki-laki tak akan mampu. Berbeda dengan seorang perempuan yang dengan mudah mampu menyentuh rasa anaknya, mampu mengarahkan dan menasehati anaknya hanya dengan dekapan.
Ul, laki-laki tak akan mampu melakukan itu, kemampuan rasa dan hati yang dimiliki laki-laki tak akan cukup lembut untuk menyentuh rasa anak-anaknya (kecuali jika Sang Maha Segala Menghendakinya).
Kadang aku bingung. Benar-benar bingung Ul. Bagaimana aku harus merawat, mendidik, dan membesarkan Lana dengan penuh cinta, kelembutan rasa, sekaligus mengajarinya betapa dunia begitu keras, betapa hidup tak selalu berjalan sebagaimana yang diinginkan.
Ul, sungguh aku kadang benar-benar merasa tak bisa untuk bersikap keras sekaligus lembut pada saat yang sama. Sungguh kadang aku merasa kerasku tak pernah mampu mengubah apa-apa, pun lembutku tak pernah benar-benar mampu menyentuh rasanya.
Hadirlah untukku Ul, hadirlah atau menyatulah dalam diri hingga Lana mampu merasakan kelembutan rasamu dan engkaulah yang paling mampu menyentuh rasanya.
Ul, sudah dulu ya...sebentar lagi aku akan mengunjungimu, mengurai do'a dan harapan...
Kamis, 17 Mei 2012
Rabu, 16 Mei 2012
wadul
Ul, kadang aku berpikir bahwa aku mampu untuk kembali mengatur hidup, langkah, dan tujuanku sendiri. Tapi tidak pernah bisa seperti itu lagi.
Kau tahu Ul, setelah kebersamaan dan keniscayaan berbagi yang kita lakukan, terlalu susah bagiku untuk kembali melakukannya sendiri, bahkan mungkin tidak akan bisa lagi.
Ul, kini aku lebih membutuhkanmu untuk berbagi segala harapan, keinginan, impian. Untuk mengingatkanku karena kini terlalu sering aku lalai akan capaian-capaian yang mesti ku raih, akan impian-impian yang mesti ku kejar, akan harapan-harapan yang pernah kita rangkai bersama.
Ul, kini terlalu sering aku jatuh terjerembah pada selokan yang sama, bangkit beberapa waktu kemudian terjatuh lagi. Kadang sangat lelah dan berat untuk bangkit.
Ul, siklus keterjerembabanku kini semakin lama semakin kecil yang berarti juga semakin sering aku kini terjatuh dan terjerembah, tanpa ada dirimu yang pasti akan mengingatkanku sebelum aku terjerembah, yang biasanya engkau menunjukkan padaku selokan kemarin ketika kakinya hampir masuk ke dalamnya.
Ul, benar-benar merindumu untuk segala yang ada di dirimu....
Kau tahu Ul, setelah kebersamaan dan keniscayaan berbagi yang kita lakukan, terlalu susah bagiku untuk kembali melakukannya sendiri, bahkan mungkin tidak akan bisa lagi.
Ul, kini aku lebih membutuhkanmu untuk berbagi segala harapan, keinginan, impian. Untuk mengingatkanku karena kini terlalu sering aku lalai akan capaian-capaian yang mesti ku raih, akan impian-impian yang mesti ku kejar, akan harapan-harapan yang pernah kita rangkai bersama.
Ul, kini terlalu sering aku jatuh terjerembah pada selokan yang sama, bangkit beberapa waktu kemudian terjatuh lagi. Kadang sangat lelah dan berat untuk bangkit.
Ul, siklus keterjerembabanku kini semakin lama semakin kecil yang berarti juga semakin sering aku kini terjatuh dan terjerembah, tanpa ada dirimu yang pasti akan mengingatkanku sebelum aku terjerembah, yang biasanya engkau menunjukkan padaku selokan kemarin ketika kakinya hampir masuk ke dalamnya.
Ul, benar-benar merindumu untuk segala yang ada di dirimu....
Label:
sayang
Minggu, 13 Mei 2012
sayang
Sayang, engkau pasti tahu, seluruh denyutku menyebut namamu, hatiku menyatu utuh dalam hatimu. rinduku sepenuh seluruh padamu, nadiku mengalirkan huruf-hurufmu.
Ul, kalau pun ada perempuan yang tiba-tiba mengusikku, itupun pasti karena kurasakan dirimu berada dalam dirinya.
Ul, ah....peluk ciumku hanya untukmu...
Ul, kalau pun ada perempuan yang tiba-tiba mengusikku, itupun pasti karena kurasakan dirimu berada dalam dirinya.
Ul, ah....peluk ciumku hanya untukmu...
Jumat, 11 Mei 2012
Kamis, 10 Mei 2012
malam ini
semakin ku rindu dekapmu, semakin ku rindu cumbumu, semakin ku rindu untuk mengurai tubuhmu....
Sabtu, 21 April 2012
sayang....
Ul, menitislah ke perempuan manapun yang engkau kehendaki. Terlalu rindu aku untuk memeluk dan menciummu.......
Ul, leburlah dalam jiwa perempuan manapun yang kau inginkan, terlalu menggelegak hasrat untuk segera mencumbu dan membelaimu...
Ul,.....
Ul, leburlah dalam jiwa perempuan manapun yang kau inginkan, terlalu menggelegak hasrat untuk segera mencumbu dan membelaimu...
Ul,.....
Senin, 16 April 2012
hai
Ul, hari-hari ini ku benar-benar merindumu, membutuhkanmu. Merindumu untuk memadu kasih, menyatukan cinta, melebur jiwa raga. Membutuhkanmu untuk menemani, bercerita, dan mengungkap segala peristiwa.
Ul, biasanya hari-hari seperti ini telah banyak cerita yang akan kita bagi, tentang berbagai hal yang berjalan di sekitar dan tentang banyak hal yang kita impikan.
Ul, kadang tanpamu memang sangat berat bahkan mungkin terlalu berat bagiku. aku berjalan tanpa orang yang senantiasa dan selalu mengingatkan ketika aku mulai menyimpang, tanpa orang yang selalu ada ketika aku ingin bercerita, tanpa ada seseorang yang senantiasa mengulurkan tangan untuk menarikku dari lobang keterpurukan.
Ul, banyak hal dan mungkin hampir semua hal hanya bisa aku ceritakan padamu. hanya padamu, karena engkaulah isteriku, kekasihku, bagian dari diriku. Tak pernah bisa aku bercerita banyak perkara selain kepadamu.
Ul, kadang terselip juga ragu akan mampuku untuk terus berjalan, menatap masa depan, dan memperiaplan apapun yang diperlukan Lana, karakter, mental, visi, sikap, pengetahuan, wawasan, pemahaman, ...
Ul, aku lagi merindumu dan ingin bertemu....
Ul, biasanya hari-hari seperti ini telah banyak cerita yang akan kita bagi, tentang berbagai hal yang berjalan di sekitar dan tentang banyak hal yang kita impikan.
Ul, kadang tanpamu memang sangat berat bahkan mungkin terlalu berat bagiku. aku berjalan tanpa orang yang senantiasa dan selalu mengingatkan ketika aku mulai menyimpang, tanpa orang yang selalu ada ketika aku ingin bercerita, tanpa ada seseorang yang senantiasa mengulurkan tangan untuk menarikku dari lobang keterpurukan.
Ul, banyak hal dan mungkin hampir semua hal hanya bisa aku ceritakan padamu. hanya padamu, karena engkaulah isteriku, kekasihku, bagian dari diriku. Tak pernah bisa aku bercerita banyak perkara selain kepadamu.
Ul, kadang terselip juga ragu akan mampuku untuk terus berjalan, menatap masa depan, dan memperiaplan apapun yang diperlukan Lana, karakter, mental, visi, sikap, pengetahuan, wawasan, pemahaman, ...
Ul, aku lagi merindumu dan ingin bertemu....
Label:
isteri
Langganan:
Postingan (Atom)